oleh

Warga Palu dan Sigi Berhamburan Digoyang 40 Kali Gempa Susulan

SIGI, SM – Sekira pukul 22.43.17 WIB wilayah Sigi, Palu dan sekitarnya di Sulawesi Tengah diguncang gempa tektonik. Sontak saja masyarakat pada berhamburan keluar rumah sembari menunggu adanya gempa susulan.

Berdasarkan hasil analisis BMKG menunjukkan, gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo Mw=5,8. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1.72 LS dan 120.14 BT atau berlokasi di darat pada jarak 76 km arah Selatan Kota Palu, tepatnya di Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah dengan kedalaman 10 km.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengatakan dengan melihat lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktifitas Sesar Palukoro. Dan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar (strike slip).

Guncangan gempabumi ini dirasakan Poso, PasangKayu IV MMI. Lalu dirasakan di Sigi, Sausu, Palopo, Masamba, Mamuju, Topoyo, Kalukku, Luwu Utara, Sanggata Kutai Timur III MMI. BMKG menggambarkan, “getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu.”

BACA JUGA  Gerakan Pemberdayaan di Kampung KB Wujudkan Masyarakat yang Mandiri

Dari Kulawi Selatan sesuai laporan warga sejumlah rumah rusak. Dilaporkan pula adanya korban jiwa, namun belum terkonfirmasi.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.
Sepanjang Sabtu, 28 Maret 2020 pukul 23.25 WIB sampai dengan Minggu, 29 Maret 2020 dari hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 40 aktivitas gempabumi susulan (aftershock) di wilayah Kabupaten Sigi dan Lembah Bada, Poso.

“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,”

BMKG menyarankan agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal kita cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,” saran Rahmat.

Ia juga meminta masyarakat memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi. (*NP)

Komentar

News Feed