oleh

Warga Balaroa Dihebohkan Penemuan Tengkorak Mayat di Area Likuifaksi

Tulang belulang yang ditemukan di Perumnas Balaroa, Rabu (30/10/2019). [Ist]

PALU, Sultengmembangun.com – Setahun satu bulan, warga Kota Palu kembali dihebohkan dengan penemuan mayat yang diduga adalah satu keluarga yang tertimbun didalam sebuah lubang. Kejadian ini kembali membangkitkan kesedihan di hati warga palu yang baru saja setahun ini melewati suka dukanya pasca bencana tsunami, gempa bumi dan likuifaksi pada 28 September 2018.

Dari informasi yang dihimpun media ini, awalnya hanya satu tengkorak mayat yang ditemukan oleh seorang warga, yang kesehariannya bekerja menggali-gali besi bangunan yang tertimbun di reruntuhan likuifaksi. Dan tanpa sengaja dia menemukan tengkorak mayat itu didalam sebuah lubang yang lumayan dalam, di area bekas likuifaksi di Perumnas Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Rabu (30/10/2019), pada kejadian sekitar pukul 12:20 Wita.

” Kaget bercampur dengan rasa takut, sayapun berlari meminta bantuan kepada warga lainnya, dan memberitahukan bahwa disana ada tengkorak mayat,” kata sumber.

Setelah dilakukan penggalian di lubang tersebut, maka jumlah tengkorak serta tulang belulang korban bertambah. Diperkirakan ada 8 orang yang ditemukan sudah dalam bentuk tengkorak dan tulang-belulang di lokasi diJalan Sakura, Kompleks Perumnas Balaroa.

Sekretaris Forum Korban Likuifaksi Balaroa Agus Manggona menuturkan, korban yang sudah menjadi tengkorak itu pertama kali ditemukan warga yang sedang mencari sisa-sisa besi dengan cara melakukan penggalian di areal bekas likuifaksi.

“Awalnya hanya satu tengkorak kepala manusia yang ditemukan. Namun setelah digali ditemukan 5 lagi tengkorak kepala manusia,” ujar Agus menirukan keterangan warga.

Warga dibantu Basarnas dan Tim Rescue Damkar Kota Palu kemudian melakukan evakuasi.

Setelah warga melihat penemuan mayat tersebut, ada seorang warga yang menyakini bahwa 1 tengkorak yang ditemukan masih dalam keadaan memakai helm diyakini bahwa itu keluarganya yang tidak ditemukan pasca terjadi bencana.

“Warga tersebut kemudian mengambilnya untuk dimakamkan secara layak,” ujarnya.

Dari sejumlah tengkorak, dua diantaranya diduga Aisyah dan anaknya, karena didapat KTP anaknya dengan helmnya yang masing-masing ada tengkorak didalamnya.

Hingga berita ini dilansir, korban lainnya yang ditemukan tersebut belum dapat diidentifikasi dan sebanyak tiga sisa tengkorak manusia, masih berada di lokasi. [***jurnal.id/Nila]

BACA JUGA  Nilam Sari : Gubernur Segera Lakukan Lock Down

Komentar

News Feed