oleh

Tingkatkan Layanan KB, Dr.Hasto Melaunching RS Gema Kencana di Rumkit Palu

Kunker ke Palu, Dr. (HC), dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) melaunching RS Gema Kencana yang ada di Rumkit, tepat di acara puncak kegiatan Pencanangan Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi bersama Mitra Kerja Tahun 2021 dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia yang jatuh pasa 26 September. Senin 27 September 2021.(F-nila)
SULTENGMEMBANGUN.COM, PALU – Kepala BKKBN Pusat, Dr. (HC), dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) dalam kunjungan kerjanya, selain menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun Kota Palu Ke 43, beliau menyempatkan waktunya melakukan launching Rumah Sakit (RS) Layanan Keluarga Berencana (Gema Kencana) yang ada di Rumah Sakit Tentara (Rumkit).

Launching rumah sakit layanan gema kencana ini dilaksanakan tepat di acara puncak kegiatan Pencanangan Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi bersama Mitra Kerja Tahun 2021 dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia yang jatuh pasa 26 September. Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual, Senin (27/09/2021), bertempat di Lantai III Rumkit Palu.

Hadirnya layanan rumah sakit gema kencana ini, merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam menjalankan sejumlah strateginya guna merevitalisasi pelayanan Program Keluarga Berencana (KB) di setiap rumah sakit.

BACA JUGA  Pemkab Banggai Santuni Beasiswa Untuk 1200 Mahasiswa Untad

Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi melalui penguatan kemitraan.

” Ini salah satu strategi BKKBN dalam upaya meningkatkan pelayanan KB di setiap rumah sakit. Dan kamipun berharap gerakan layanan rumah sakit gema kencana ini bisa memudahkan masyarakat dalam mendapatkan edukasi terkait layanan KB sekaligus hal ini dapat meningkatkan jumlah peserta KB,” jelas dr. Hasto Wardoyo.

Dan tentunya, di rumah sakit gema kencana ini tersedia semua alat kontrasepsi. Baik alat kontrasepsi untuk jangka panjang maupun yang jangka pendek termasuk ketersediaan KB Pil/suntikan.

Adapun edukasi yang dimaksud yaitu bagaimana cara pemakaian alat kontrasepsi atau ber KB pascapersalinan. Mengingat masih sebagian besar masyarakat kita belum memahami tentang
pentingnya ber KB pasca persalinan. Demikian pula masih kurangnya pemahaman tentang KB bagi para remaja yang menikah di usia dini.

Karena itu diharapkan agar disetiap kehamilan, harus ada pendampingan. Maksudnya adalah agar bayi yang dilahirkan sehat dan berkualitas (bukan bayi stunting), kata Dr.Hasto. (Nil)

BACA JUGA  Hasil Analisis, Laut di Morowali Tercemar Sisa Olahan Penambangan Logam Berat

Komentar

News Feed