Tiga Orang Mahasiswi Untad Ikut Sit In di Universitas Palangkaraya (UPR)

0
354
Dr.Andrie Elia, Rektor Universitas Palangkaraya (UPR), Kalimantan Tengah, mendampingi salah seorang mahasiswi dari Fakultas Tehnik Untad Palu yang melakukan Sit In di UPR.(Foto:Nila)

PALANGKARAYA – Pasca bencana di Sulteng, para mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) Palu, dianjurkan untuk melanjutkan kuliahnya (Sit In) di sejumlah Universitas Negeri yang ada di Indonesia.
Khusus di Universitas Palangkaraya (UPR), telah menerima sebanyak tiga (3) orang mahasiswi dari Untad.
Dr.Andrie Elia, Rektor Universitas Palangkaraya (UPR), saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (21/11/2018), mengatakan bahwa di Universitas Palangkaraya saat ini sudah ada tiga orang mahasiswi dari Untad yang diterima, yang melakukan Sit In di UPR. Mereka adalah korban terdampak bencana dari Kota Palu, Sulawesi Tengah. ” Ketiganya adalah perempuan, Dua orang diantaranya dari Fakultas Tehnik Untad dan Satunya lagi dari FISIP Untad. Dan sekarang mereka sudah mengikuti proses perkuliahan di UPR,” ujar Rektor UPR, Dr.Andrie Elia yang sangat terbuka (welcome) menerima kehadiran mahasiswa Untad.
Selain melakukan Sit In, Pihaknya juga menyatakan sangat welcome bilamana mahasiswa tersebut bersedia untuk meneruskan atau menyelesaikan pendidikannya di UPR.
“Kami selamanya sangat siap (welcome)
menerima mereka yang bukan hanya karena Sit In di UPR tetapi bila mereka sudah merasa lebih nyaman dan ingin selamanya kuliah di UPR ini, kami tetap akan mengupayakan agar mereka memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya di UPR sampai selesai sepanjang ada surat rekomendasi pemindahan untuk mahasiswa tersebut dari Fakultas ke Universitasnya yang kemudian dirujuk ke UPR,” jelas Dr.Andrie Elia yang terus memberikan dorongan (motivasi) semangat belajar kepada ketiga mahasiswi Untad yang merupakan korban terdampak bencana di Palu, pada kejadian 28 September 2018
Beliau berharap kepada ketiga mahasiswi Untad yang kuliah di UPR ini, semoga bencana yang mereka alami di Palu, Sulawesi Tengah menjadi pengalaman hidup sebagai pembangkit semangat karena kita sadari bahwa semua itu adalah ujian Tuhan untuk kita umatNya.
“Tuhan menguji kita agar kita bisa lebih kuat lagi. Seperti tag line pemda Sulteng pasca bencana, Palu Kuat, Sulteng Bangkit,” ucapnya sembari menghimbau kepada ketiga mahasiswi yang Sit In di UPR untuk selalu semangat dalam menuntut ilmu di bangku perkuliahan.
Selain itu pihaknya juga menyediakan bimbingan fhisikology untuk ketiga mahasiswi pindahan Untad Palu, bila memang itu dibutuhkan. “Kami punya sejumlah fhisikolog yang siap membantu menghilangkan trauma mereka yang jadi korban terdampak bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi, dua bulan lalu yang terjadi di Sulteng,” tuturnya.
REDAKTUR : NILA

BACA JUGA  Percepatan Pemulihan Transportasi di Sulteng

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here