oleh

Terjerat Kasus Money Laundry, Mantan Kepala Kas di BPD Bahomotefe Morowali, Terancam 15 Tahun Penjara

AKBP Didik Supranoto, Kabid Humas Polda Sulteng,saat merilis kasus pencucian uang di kantor Kas BPD Bahomotefe, Morowali. (F-nila)

PALU, Sultengmembangun. com – Polda Sulteng berhasil mengungkap perkara Tindak Pidana Perbankan yang dilakukan oleh oknum pegawai Bank dengan kasus penerbitan Bilyet Deposite fiktif yang terjadi di PT. Bank Sulteng Kantor Kas BPD Bahomotefe Kabupaten Morowali.

Dalam keterangannya, AKBP Didik Supranoto, Kabid Humas Polda Sulteng, didampingi Kompol Achmad Darmianto, SIK Kasubdit II Eksus Dit Reskrimsus Polda Sulteng, menjelaskan bahwa kasus tersebut sudah dalam penanganan tim subdit Ekonomi Khusus Ditreskrimsus Polda Sulteng terhitung mulai tanggal 14 Januari 2019.
Dan pelimpahan kasus tersebut dari Polres Morowali ke Pihak Polda Sulteng didasari atas surat pelimpahan Laporan Res Morowali nomor : B/30/I/2019/Reskrim, tanggal 10 Januari 2019.
Dalam kasus tersebut, dijelaskan bahwa tersangka berinisial COL yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kas di BPD Bahomotefe Kabupaten Morowali diduga telah melakukan penipuan berupa kasus pencucian uang terhadap salah seorang nasabah BPD Bahomotefe.
Adapun kronologis kejadiannya, pada April 2017 tersangka datang ke rumah korban bernama Yuliawati beralamat di Jalan Desa Keurea Kecamatan Bahudopi Kabupaten Morowali. Pada pertemuan itu, tersangka menawarkan pembuatan Deposito di Bank BPD Sulteng Bahomotefe, dimana, dijelaskan setiap penyimpanan Deposito Rp 1 Milyar mendapatkan hadiah umroh untuk 2 (dua) orang, karena tertarik, korban bersedia untuk menabung Deposito di BPD Bahomotefe dengan mengangsur sebanyak 3 kali sehingga berjumlah sebanyak Rp 1.043.000.000, (Satu Milyar Empat Puluh Tiga Juta Rupiah). Dan kemudian pada 22 Februari 2018, tersangka memberikan kepada korban bukti Bilyet Deposito yang ditanda tangani sendiri oleh tersangka, dan saat itu tersangka menjanjikan korban untuk memberangkatkan umroh akhir bulan Februari 2018 atau awal Maret 2018. Namun pada 24 Februari 2018, korban ke BPD untuk melakukan pengecekan dan bertemu dengan customer service untuk melakukan pengecekan, setelah dicek diketahui Bilyet Depositonya tidak terdata dalam sistem.
“Jadi dalam hal ini tersangka COL diduga telah melakukan pencucian uang nasabah atas nama Yuliawati. Dan sekarang kasusnya setelah melewati tahap penyidikan oleh tim subdit Ekonomi Khusus Ditreskrimsus Polda Sulteng kemudian perkaranya dilimpahkan kepada penuntut Kejati Sulteng ,” ungkap AKBP Didik Supranoto sembari menambahkan bahwasanya di tersangka COL ini juga adalah seorang kontraktor yang terlibat dibeberapa proyek besar di Morowali.
Kata Didik, Tim penyidik sudah memeriksa 12 orang saksi atas kasus tersebut, dan pada 11 Maret 2019, Berkas Perkara telah ditangani Penuntut Kejati Sulteng ( Tahap I ).
Akibat perbuatannya, tersangka dipersangkakan sebagaimana Pasal 49 ayat (1) dan (2) huruf b UU No.10 Tahun 1998 tentang perbankan, dengan ancaman minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun serta denda maksimal Rp 100 Milyar (Seratus Milyar Rupiah).(nila)
REDAKTU: NILAWATI

BACA JUGA  Peran Remaja dalam Menekan Kuantitas Penduduk

Komentar

News Feed