oleh

Temui Wakil Ketua MPR RI, Kepala BKKBN Minta Dukungan dalam Upaya Pencegahan Stunting di Bogor dan Cianjur

Kepala BKKBN kunjungi Wakil Ketua MPR RI Guna membahas upaya Percepatan Pencegahan Stunting di Daerah Pemilihannya yaitu di Bogor dan Cianjur. (F-ist)

SULTENGMEMBANGUN.COM, JAKARTA – Dalam rangka meningkatkan sinergitas dengan pihak legislatip, Kepala BKKBN DR. (HC), dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) melakukan pertemuan dengan Wakil Ketua MPR Dr. Sjarifuddin Hasan, SE., MM., MBA, Senin (15/02/2021).

Sebagaimana direles oleh Biro Umum dan Hubungan Masyarakat, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kemudian diteruskan oleh Bramandia Noya selaku Kasubag Umum dan Humas Perwakilan BKKBN Sulteng kepada para insan pers di Palu. Dalam reles tersebut dijelaskan, pada pertemuan itu membahas tentang Kebijakan dan Program Penurunan Stunting di Cianjur dan Bogor. Dimana saat ini dikatakan bahwa berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor mengklaim pihaknya tangani maksimal persoalan stunting dan gizi buruk.

Tercatat di tahun 2019 lalu, angka stunting sudah ada di 0,0017 persen dengan sasaran 577.656 balita usia 0 – 59 bulan. Sedangkan berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur saat ini sedang fokus di 33 desa yang masuk dalam prioritas penanganan kasus stunting, data dari Riskesdas (riset kesehatan dasar) serta SSGB (studi status gizi balita) tahun 2018, angkanya jauh menurun. Pada Riskesdas 2017 angkanya di kisaran 30%, sekarang menjadi 26%..

BACA JUGA  Gubernur Himbau Masyarakat Untuk Bersama Mensukseskan Pendataan Keluarga 2021

Sehingga pada kesempatan itu, Dokter Hasto menerangkan bahwa di setiap tahun, bayi yang lahir di Indonesia sekitar 5 juta tetapi yang stunting mencapai 1,2 juta.

” Waktu 4 tahun kedepan ini kita tidak hanya terpaku pada bayi yang sudah terlahir stunting. Tapi kami dari BKKBN akan lebih berkosentrasi pada mereka yang baru akan menikah, merencanakan kehamilan dan seterusnya, sehingga kita harus mampu mengawal mereka. Makanya para calon Ibu, kami harapkan menyiapkan kondisi yang bagus jangan sampai seperti kurang gizi, anemia, kemudian juga memperhatikan jarak kehamilan atau spacing minimal 3 tahun”ujar Dokter Hasto pada pertemuannya dengan
Wakil Ketua MPR Dr. Sjarifuddin Hasan.

Maka dari itu, Peran bidan di desa sangat penting sebagai ujung tombak dari pendampingan bagi para ibu hamil, pungkasnya.

Disebutkan, Jumlah perempuan hamil setiap tahun di Indonesia sebanyak 5 juta orang, sementara jumlah bidan yang terdaftar di Ikatan Bidan Indonesia (IBI) mencapai 450.000. Artinya, jika dihitung secara linear, maka jumlah bidan untuk mendampingi ibu hamil yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan mengenai kehamilan yang sehat, sebenarnya sudah memadai”, ungkap dokter Hasto.

Menanggapi hal itu, Sjarifuddin menyampaikan, pihaknya sangat mendukung program kerja BKKBN dalam upaya percepatan pencegahan stunting apalagi di daerah Bogor dan Cianjur. Dimana kedua wilayah tersebut merupakan daerah Pemilihannya (Dapil) di Jawa Barat III.

BACA JUGA  Program CSR DSLNG Dukung Pemerintah Daerah dalam Pemberdayaan Masyarakat

” Karena bertepatan ini merupakan dapil saya di Jabar III, tentunya saya sangat mendukung program BKKBN dalam upaya mwnurunkan angka stunting di Bogor dan Cianjur. Dan ini penting untuk menjadi perhatian kita bersama, sebab stunting itu sangat berpotensi buruk terhadap perkembangan SDM generasi kita kedepan, ” kata Sjarifuddin.

Upaya pemerintah untuk menekan tingginya angka stunting harus dilakukan dengan konsisten dan terukur, karena stunting berpotensi menurunkan SDM nasional, ungkap Sjarifuddin dalam menanggapi informasi yang diutarakan Kepala BKKBN di ruang kerjanya, di Kompleks Parlemen Gedung Nusantara III, Jakarta. (Humas/TWD/NL)

Komentar

News Feed