Meninggal, Bocah Kelas 3 SD Jadi Korban Derasnya Arus Sungai Lewara, Palupi

0
158

Evakuasi bocah kelas 3 SD yang tenggelam di Sungai Lewara. (F-ist)

PALU, Sultengmembangun.com – Seorang anak kelas 3 sekolah dasar (SD), warga dari BTN Puskud, dikabarkan meninggal dunia karena tenggelam di Sungai Lewara, Kelurahan Palupi, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Minggu (15/4/2020) siang.

Kapolres Palu AKBP H Moch Sholeh, membenarkan kejadian tersebut. Korban yang diketahui bernama Muh Alif (11) itu berhasil diangkat dari dasar sungai setelah warga sekitar lokasi, bergotong-royong mengevakuasi korban.

Setelah berhasil dievakusi, korban langsung dibawa ke rumah orang tuanya di BTN Puskud Kelurahan Palupi, Kota Palu.

Berdasarkan penjelasan pihak keluarga korban, kata Kapolres H.Moch Sholeh, piahk keluarga siap menerima musibah ini sehingga tidak bersedia dilakukan outopsi terhadap korban.

“Secara kasat mata, pada bagian tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan,” jelas Kapolres Sholeh, Minggu sore.

Diketahui, korban tenggelam saat sedang bermain di pinggir Sungai Lewara dengan dua anak laki-laki lainnya, yakni Muh Hidayat (14) dan Ardiansyah (14).

Menurut pengakuan Muh Hidayat, Minggu sekitar pukul 10.00 WITA dirinya bersama Ardiansyah bermain di pinggiran Sungai Lewara Palupi, saat itu kondisi air sungai sedang banjir. Saksi Muh Hidayat berinisiatif untuk mandi, kemudian datang korban dan berniat untuk ikut mandi, namun dilarang oleh Muh Hidayat dan Ardiansyah.

BACA JUGA  Generasi Bebas Narkoba

Tak berselang lama, kedua saksi melihat korban sudah didalam air pada bagian dekat arus yang deras. Mereka sempat menegur korban, namun korban tidak mengindahkannya. Dan akhirnya, saksi melihat korban sudah tenggelam, dan saksi berusaha menolong korban dengan cara berenang mendekati korban, dan sempat memegang tangan korban, namun terlepas.

Karena merasa kelelahan, Moh Hidayat ke pinggir sungai dan mencari kayu dengan tujuan untuk membantu korban. Namun saat saksi kembali, korban sudah tidak kelihatan.

“Habis itu saya mencari pertolongan sama warga di sekitar,” ujar Hidayat.

Hal senada juga diungkapkan oleh saksi kedua, Ardiansyah. Kata Ardiansyah, hanya beberapa saat setelah mereka melarang korban untuk tidak ikut mandi, kemudian terdengar suara minta tolong dari korban. Melihat korban sudah mulai tenggelam, dan saksi berusaha mencari pertolongan warga sekitar.

“Sekitar jam 11.30, datang pertolongan dari warga sekitar dan korban berhasil diangkat dari dasar sungai,” ungkap Ardiansyah.

Sesaat setelah diangkat dari dasar sungai, korban langsung diberikan pertolongan pertama dengan nafas buatan. Namun nasib berkata lain, dan nyawa korban sudah tidak dapat terselamatkan lagi.(*nila)

BACA JUGA  MUI : Konsumen Berhak Tahu Status Halalnya Sebuah Produk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here