Sinergi Program OPD dalam Upaya Menurunkan Angka Kemiskinan

0
124

Forum OPD yang dilaksanakan dalam rangka mensinergikan program guna mewujudkan masyarakat yang maju, mandiri dan berdaya saing. (F-hms)

PALU, Sultengmembangun.com – Membangun kembali Sulawesi Tengah melalui penguatan mutu modal manusia dan infrastruktur, jadi tema kegiatan Forum Organisasi Perangkat Daerah yang dibuka oleh Asisten Administrasi Umum, Hukum dan Organisasi Muliono, SE. Ak, MM, di gedung Pogombo, Selasa (26/3/2019).
Tema tersebut sejalan dengan prioritas RPJMD 2016-2021 yakni peningkatan kualitas SDM, penguatan daya saing dan pemantapan jaringan infrastruktur daerah.
Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili Asisten 3, Muliono, mengatakan banyak kemajuan yang dicapai pada tahun ke-3 RPJMD namun masih banyak pula PR yang mesti dituntaskan.
Beberapa kemajuan dimaksud antara lainn pertumbuhan ekonomi Sulteng dalam 2 tahun terakhir selalu lebih tinggi daripada pertumbuhan nasional yang berada ppada kisarana angka 5,17 persen.
“Tahun 2018 tumbuh sebesar 6,3 persen sedikit melambat dari tahun 2017 sebesar 7,14 persen sebagai dampak bencana,” ungkap Muliono.
Perbaikan pemerataan pendapatan secara individu juga semakin membaik, ditandai penurunan indeks gini yakni dari 0,345 pada 2017 menjadi 0,317 pada 2018.
Akan tetapi lanjut asisten, persoalan kemiskinan Sulteng masih memprihatinkan walau berhasil turun 0,32 persen, dari 14,01 persen (Maret 2018) menjadi 13,69 persen (September 2018)
“Masih relatif tinggi dibanding dengan nasional tahun 2018 sebesar 9,66 persen” tambahnya.
Sama halnya IPM Sulteng yang masih lebih rendah dari nasional meski trennya naik tiap tahun yaitu dari 67,47 tahun 2016 menjadi 68,11 tahun 2017 sementara IPM nasional di tahun yang sama tercatat 70,81 poin.
Melalui forum OPD ini, diharapkan unsur perangkat kerja provinsi dan kabupaten/kota dapat mensinergikan usulan program/kegiatan tahun 2020 yang berbasis kinerja, tepat perencanaan dan penganggaran serta jelas sasaran.
Sasaran yang dimaksud adalah menumbuhkan ekonomi 6 sampai 7 persen, inflasi 3,5 sampai 4,5 persen, PDRB perkapita 53 sampai 54 juta, indeks gini pada kisaran 0,3 sampai 0,325, menurunkan penduduk miskin sebesar 87 sampai 86,4 persen, tingkat pengangguran 4 sampai 3,3 persen dan meningkatkan IPM pada angka 68,5 sampai 69,5.
“Sehingga dapat menghasilkan rumusan rencana program pembangunan yang tajam menurut skala prioritas serta sinergi kebijakan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota,” pungkasnya.
Setelah pembukaan akan dilanjut desk antara OPD provinsi dan kabupaten/kota di kantor Bapedda provinsi sampai Kamis(28/3).
Selain unsur pimpinan OPD, pembukaan turut dihadiri kalangan perbankan, dunia usaha, akademisi, dan mitra kerja.(ce)
REDAKTUR : NiLA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here