Sinergi Program Lintas Sektoral dalam Penyiapan Kualitas SDM Menghadapi Bonus Demografi

0
191

Penandatanganan kerjasama dengan Dinas
Kependudukan Kabupaten/Kota se Sulawesi Tengah dalam mendukung kerjasama di bidang KKBPK. (F-nila)

PALU, Sultengmembangun. com – Deputi Bidang KB dan Kesehatan BKKBN Reproduksi BKKBN Pusat, Dr. Dwi Listyawardhan menekankan bahwa penduduk usia produktif harus memiliki ketrampilan / keahlian kerja agar tidak menjadi hambatan bagi pembangunan. Karena itu, Bonus demografi menjadi peluang bagi Indonesia untuk memajukan kesejahteraan serta memakmurkan masyarakat. Apabila masyarakat diusia produktif  memiliki kualitas sumber daya, tentunya ini dapat menunjang serta memberikan kontribusi terhadap pembangunan. Sebaliknya apabila suatu negara gagal dalam memanfaatkan bonus demografi ini maka, jelas akan terjadi kerugian yang sangat besar bagi negara kita.
“Maka dari itu, untuk meraih manfaat dari bonus demografi ini diperlukan usaha bersama dari seluruh lapisan masyarakat dan lembaga terkait serta pemerintah sebagai agent of development yang ada disuatu negara agar manfaat bonus demografi ini menjadi semakin kuat.
Dengan adanya bonus demografi disuatuEeew1 negara (usia produktif yang melimpah) menyebabkan pembangunan dapat berjalan dengan baik dan tanpa hambatan,” tandas Dwi Listyawardhan, saat membawakan materinya dicatat rapat kerja daerah (rakerda) KKBPK tingkat provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (28/3/2019), bertempat di Hotel Santika Palu.
Pada kesempatan itu, Dwi Listyawardhan menghimbau kepada seluruh lembaga terkait khususnya peranan BKKBN Sulteng
dalam meningkatkan sinergitas untuk memaksimalkan program KKBPK didaerah ini.
Tentunya dengan melihat besarnya jumlah penduduk usia produktif ini sebagai berkah dan potensi bagi pembangunan bangsa. Namun jika hal ini tidak dikelola dengan baik maka kondisi ini justru akan menjadi musibah bagi bangsa, pungkasnya. .
“Banyak hal yang harus dilakukan dalam menghadapi kondisi dan dampak dari bonus demografi. Antara lain dengan melakukan perbaikan di sektor pendidikan. Karena pendidikan menjadi salah satu sektor penting menghadapi kondisi tersebut agar para lulusan memiliki daya saing,” paparnya.
Disisi lain, bagaimana kemampuan pemerintah dalam menyediakan lapangan pekerjaan termasuk bagaimana pemerintah mengelola sumber daya manusia penduduk usia produktif agar kelak di usia non produktif tetap akan berdaya saing,” terangnya.
Peningkatan skill dan kompetensi menjadi sangat penting dalam menjawab tantangan menghadapi bonus demografi. Agar nantinya akan lebih mudah terserap dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja. (cr)
REDAKTUR : NILA

BACA JUGA  Gubernur Longki : TKA dan WNA Dilarang Masuk ke Sulteng

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here