oleh

Sinergi dalam Satu Program Cegah Nikah Dini

Kaper BKKBN Sulteng, Dra.Maria Ernawati,MM

PALU, SM.Com
– Dengan diterbitkannya SK- Gubernur tekait integrasi Program Patujua, diharapkan semua OPD lintas sektor bisa bekerja dengan baik dan intens mengawal terjadinya perkawinan anak.

Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, Maria Ernawati mengatakan kasus perkawinan anak di Sulteng dinilai cukup tinggi. Dan itu terjadi karena kurangnya pemahaman dari para orang tua tentang dampak negatip dari perkawinan anak.

” Maka dari itu dengan forum Patujua ini, Kita yang terlibat didalamnya semaksimal mungkin dapat mengedukasi masyarakat tentang bahaya perkawinan anak. Resikonya banyak, dan yang jelas ini menjadi PR kita bersama ” ujar Maria Ernawati.

Sesuai arahan Gubernur, keterlibatan semua OPD terkait dan lintas sektoral, para tokoh agama, tokoh pemuda, organisasi wanita, LSM dan Pers, harus bersinergi dan terkosentrasi terhadap program ini.

Karena diagendakan program patujua ini sudah bisa action sebelum tahun 2021.

” Sebelum 2021 program ini sudah bisa berjalan,” kata Maria Ernawati.

Melalui patujua ini,semuanya dikerjakan bersama. Baik itu masalah stunting, putus sekolah yang semuanya bersumber pada kasus perkawinan anak.
Makanya dengan adanya pergub, itu nanti sebagai alat kontrol dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, jelas Erna. (NL)

BACA JUGA  Wahdah Islamiyah Ajak Masyarakat PadagimoHadiri Tabliq Akbar di Palu

Komentar

News Feed