Seminar Pimpinan Gereja Diharapkan Mampu Meningkatkan Kualitas Keimanan Umat Kristiani

0
121

Gubernur Sulteng membuka seminar pimpinan gereja se Sulawesi Tengah. (F-humas)

PALU, Sultengmembangun. com – Mewakili Gubernur Sulawesi Tengah, Asisten Adm. Pemerintahan dan Politik, Ir. Moh. Faisal Mang, MM secara resmi membuka Seminar Pimpinan Gereja Sulawesi Tengah Tahun 2019 yang mengangkat tema “Kita tingkatkan kualitas pelayanan menjadi sahabat bagi semua orang”. Kegiatan berlangsung, Kamis (/12/5/2019), di Palu.

Mengawali sambutan gubernur, Asisten Faisal menyampaikan seminar pimpinan gereja yang dilaksanakan sangat bermakna dalam rangka membangun, menata dan memajukan pembangunan serta pelayanan umat beragama, khususnya kepada umat kristiani. Karena sebagai pimpinan gereja, harus bersikap sungguh-sungguh dalam merespon dan menyikapi berbagai fenomena yang terjadi.

Pembangunan bidang keagamaan harus terus ditingkatkan agar kualitas iman umat kristiani bertambah kokoh, dan sekaligus dapat memperkokoh silaturahmi intern dan antar umat beragama.
Hal itu menjadi penting dalam konteks kehidupan bermasyarakat, karena masyarakat Sulawesi Tengah memiliki keragaman suku, adat dan agama sehingga jika tidak disadari maka tidak menutup kemungkinan akan mempengaruhi dan berdampak kurang baik terhadap solidaritas dan kerukunan antar umat bergama di Sulawesi Tengah.

“Untuk itu, saya mengharap kepada seluruh peserta seminar agar senantiasa mengedepankan persaudaraan di atas semua perbedaan, sebab kita semua adalah satu kesatuan dalam upaya membangun Sulawesi Tengah yang lebih maju, mandiri dan berdaya saing”, sebutnya.

BACA JUGA  Maknai Peringatan Harkitnas Sebagai Momentum Sulteng Bersatu

Kepada para pimpinan gereja sebagai tokoh-tokoh agama kristiani di Sulawesi Tengah, diharapkan bisa berkontribusi positif kepada gereja-gereja yang ada dalam mewujudkan nilai-nilai agama sebagai upaya pemantapan trilogi kerukunan beragama demi tercapainya persatuan dan kesatuan bangsa.

Upaya memelihara kerukunan lanjut gubernur harus dilakukan secara komprehensif, berkesinambungan dan tidak boleh putus, dengan jalan mempertinggi rasa saling menghormati antar umat beragama yang sejalan dengan konsep universal kemanusiaan, menghindari eksklusivisme agama, meningkatkan pemahaman wawasan kebangsaan dan pemantapan penghayatan pancasila sebagai landasan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Sulawesi Tengah yang merupakan representasi dari wilayah yang multi etnik, kultur, dan keyakinan beragama maka sudah tentu kerukunan dan toleransi antar umat beragama menjadi harga mati yang harus dipertahankan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Untuk itu, kepada pimpinan gereja maupun tokoh agama agar mampu membentengi umat kristen dari bahaya kehancuran moral, mampu membina dan melindungi para hamba tuhan dari pengaruh-pengaruh yang menyesatkan melalui suatu pelayanan kerohanian dalam rangka menciptakan SDM yang beriman, produktif dan selalu beribadah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

BACA JUGA  Sukseskan Gerakan Three Ends Melalui Peningkatan Peran Kaum Pria

“Melalui kegiatan ini, diharapkan semua pimpinan gereja maupun tokoh agama kristen memiliki kepekaan dan kebijaksanaan dalam menyikapi berbagai perkembangan politik dan dinamika yang terjadi di masyarakat, dengan terus membangun harmonisasi baik secara internal maupun eksternal dalam merespon dan menjembatani berbagai kepentingan umat kristiani dan masyarakat.
Dengan begitu, mudah-mudahan akan dapat mencapai hasil yang maksimal untuk mewujudkan pelayanan kerohanian yang komprehensif yang bisa menciptakan persaudaraan antar umat beragama yang dilandasi niat ikhlas dan komitmen kuat antar tokoh agama dan tokoh masyarakat demi terciptanya kerukunan nasional yang hakiki dalam suasana akrab, aman, nyaman dan damai,” ujar Faisal Mang melalui sambitan tertulis gubernur.

Sementara itu Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Sulawesi Tengah, yang juga anggota DPD RI, Lucky Semen, SE memberikan apresiasi atas terlaksananya seminar yang digagas oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Lebih lanjut dikatakannya terdapat satu tantangan fundamental yang dampaknya akan sangat menentukan masa depan yakni revolusi digital yang dibawa oleh kemajuan teknologi dan sarana telekomunikasidi mana sudah banyak pengamat dan pakar yang menyatakan bahwa revolusi digital akan mengubah sama sekali landscape sosial, politik, ekonomi dan budaya bahkan kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA  Selang Beberapa Jam Saja, Dua PDP covid 19 di RS Anutapura Meninggal Dunia

Menurut Lucky Semen ada program strategis yang seharusnya dikerjakan oleh Bamag di masa datang yakni mempersiapkan kader Oekumenis lintas denominasi yang juga siap memainkan peran transformatif dalam kehidupan bergereja, bermasyarakat dan berbangsa.

Selain itu mendorong gereja dalam menghadapi tantangan revolusi digital yang akan mengubah seluruh landscape kehidupan an dan membuka ruang partisipasi yang makin luas bagi keterlibatan generasi milenial dalam membangun ketahanan dan produktifitas jemaat yang berbasis digital.

“Akhirnya Bamag harus memiliki sikap dan turut berperan terhadap perubahan sosial kehidupan sekarang ini dimana menuntut Bamag memberikan kontribusi yang yang signifikanbukan saja bagi kepentingan gereja tapi juga masyarakat daerah bangsa dan negara,” pungkasnya.

Sementara itu panitia pelaksana Drs. Moh. Zein Ismail MM dalam laporannya menyampaikan maksud dilaksanakannya kegiatan tersebut agar pimpinan gereja Lebih memahami tugasnya, membangun kemitraan antar gereja serta menciptakan suasana aman dan tentram dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat.

Seminar sehari yang diikuti oleh 70 orang peserta mengangkat tema ‘kita tingkatkan kualitas pelayanan menjadi sahabat bagi semua orang’.(Nila)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here