Selamatkan Generasi Bangsa, Polda Sulteng Musnahkan Babuk Sabu Sebanyak 3,5 Kilogram

0
303

Prosesi pemusnahan babuk sabu sebanyak 3.454,67688 Gram dengan cara dimasukkan kedalam air mendidih. Setelah itu, air rebusan tersebut dibuang kedalam got atau drainase. (F-nila)

PALU, Sultengmembangun.com – Mewakili Kapolda Sulteng, Dirresnarkoba Polda Sulteng, Kombes Pol Sigit Kusmardjoko pimpin acara pemusnahan barang bukti (babuk) Sabu hasil penangkapan pada 3 Juli 2019 di dua TKP. Pemusnahan babuk dilaksanakan di depan kantor Ditresnarkoba Polda Sulteng,(24/07/2019).

Prosesi pemusnahan babuk sabu seberat 3,5 Kg ini, diawali dengan pengujian babuk yanh dilanjut dengan penandatanganan berita acara pemusnahan. Dan pada prosesi pemusnahan disaksikan oleh Cahya, selaku Kasi narkotika dari Kejaksaan Tinggi Sulteng, Kepala BPOM Palu, Perwakilan dari Kajari Palu (Ronald-red), Kepala BNNP Sulteng, diwakili Kepala Seksi Berantas BNNP Sulteng (Baharuddin) dan Kasat Brimobda Sulteng.

Sebelumnya itu, Kombes Pol Sigit Kusmardjoko menyebutkan secara keseluruhan total berat awal sita barang bukti (sabu) sebanyak 3.501,16328 Gram. Namun kata dia, sebagian disisihkan untuk keperluan uji lab dan pembuktian di pengadilan sebanyak 46,4864 Gram . Sehingga total berat sabu yang dimusnahkan sebanyak 3.454,67688 Gram.

Uji keaslian babuk dengan menggunakan alat oleh tim
penguji dari BNNP Sulteng. (F-nila)

Diterangkan, sabu tersebut diperolah dari dua orang tersangka. Sesuai kasus perkara LP-A/189/VII/2019/SPKT/SULTENG, per tanggal 03 Juli 2019 menyebutkan nama tersangka yakni Muh Iqbal Bin Abd Fattah (37), alamat di BTN Petobo, Lrg. Lavender No. 5 Kelurahan Birobuli Selatan, Kecamatan Palu Selatan Kota Palu sementara alamat SIM tinggalnya di Jl. Anoa 1 No. 55, Kel. Tatura Selatan Kota Palu.

BACA JUGA  Gempa di Sulteng, Gubernur Longki Himbau Warga Jauhi Pantai

Babuk sabu seberat 3,5 kilogram sudah dimusnahkan oleh Ditresnarkoba Polda Sulteng. (F-nila)
Sementara tersangka kedua bernama Alan Prasanto Bin Heri (36), Alamat tinggal di Jl. Tururuka II Kelurahan Lolu Selatan, Kota Palu.

” Dari masing-masing tersangka berhasil disita sabu di TKP 1 di Jl. Emi Saelan, Kel. Tatura Selatan, Kec. Palu selatan Kota Palu
sebanyak 2 paket besar dan 10 paket sedang atau 2.989,626 Gram sabu. Sedangkan di TKP 2 di Tanjung tururuka II, Kel.Lolu selatan, kec. Palu Selatan Kota Palu disita sabu sebanyak 13 paket besar dan 2 paket kecil atau 511,53728 Gram sabu. Total barang bukti sebanyak 3.501,16328 Gram (3,5 Kg),” jelasnya.
Penyitaan babuk berupa sabu sebanyak 3,5 kg ini, kata Kombes Pol Sigit, secara tidak langsung pihaknya telah menyelamatkan sebanyak 28.000 orang dari jeratan narkoba.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, terjadap Lk. Muh Iqbal Bin Abdul Fattah mengakui bahwa sudah 2 kali menjemput sabu atas
permintaan LK. Edi Budi (EB). Dan Lk. Muh Iqbal mengatakan pertama kali menjemput sabu sekitar bulan Juni 2019 dengan jumlah sebanyak 2 Kg. Dia juga mengakui tidak mengenal Lk.Edi Budi (EB) namun mengenal melalui via telpon. Bahkan dari pengakuan Muh. Iqbal, sabu tersebut di ambil di Jl. Bantilan dari seorang yang tidak dikenalnya dengan upah untuk mengambil sabu tersebut sebanyak 2 juta. Kini Lk. Muh Iqbal diamankan oleh Kepolisian pada tanggal 3 Juli 2019 dengan membawa sabu sebanyak ± 3 Kg.
Selain itu, Lk.Muh Iqbal mengakui bahwa masih ada sisa sabu yang disimpan di rumah Lk.Alan Prasanto . ALAN PRASANTO di Jl Tururuka II Kel.Lolu selatan, kec. Palu Selatan Kota Palu. Lk. Alan ini merupakan kaki tangan atau dijadikan gudang penyimpanan sabu LK. Muh Iqbal.
Sementara dari hasil pemeriksaan terhadap Lk. Alan Prasanto, pada Senin 1 Juli 2019 LK. Muh Iqbal datang ke rumah Lk.Alan Prasanto dengan membawa tas warna hitam. Dan besoknya pada Selasa 2 Juli 2019, Lk.Alan baru membuka tas tersebut dan melihat bahwa isi tas tersebut adalah sabu. Selanjutnya pada Rabu, 3 Juli 2019 Lk.Muh Iqbal datang ke rumah Lk.Alan bersama anggota Polri untuk menunjukan sisa sabu yang disimpan.

BACA JUGA  Kisah Sri Devi Hamenda, Pasien Covid 19 yang Sembuh & Kembali ke Rumah

Atas perbuatannya kedua tersangka, dikenakan hukuman atas pelanggaran pasal 114 AYAT (2) : Menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika PENJARA SEUMUR HIDUP/5-20 Tahun penjara dan DENDA 1 M – 10 M . Dan pasal 112 AYAT (2) : Memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika bukan tanaman,PENJARA 4 -2 Tahun dan DENDA 800 Juta – 8 M .(Nila)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here