Sekprov : Waspadai Produk Ilegal, Generasi Milenial Harus Cerdas Memilih Kosmetik

0
218

Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan kosmetik, DRA Rr. Maya Gustina Andarini, didampingi Sekdaprov Sulteng, Dr. H. Hidayat Lamakarate, MSi membuka kegiatan kampanye cerdas menggunakan kosmetik untuk generasi milenial di Palu. (F-nila)
PALU, Sultengmembangun. com – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palu menggelar kegiatan kampanye cerdas menggunakan kosmetik untuk generasi milenial di salah satu hotel di Kota Palu, Kamis (1/8/2019).

Kegiatan ini dihadiri Kepala BPOM RI dalam hal ini Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan kosmetik, DRA Rr. Maya Gustina Andarini yang menghimbau kepada masyarakat Kota Palu khususnya kaum perempuan agat lebih cerdas dalam memilih kosmetik. Mengingat saat ini lagi marak penjualan kosmetik ilegal yang tak berizin BPOM dan semakin benas dijual dipasaran.

Dikatakannya, Kosmetik ini memang sesuau yang istimewa. Sekitar 50 persen nomor izinnya dari dan dikeluarkan oleh BPOM.
” Dalam 5 tahun terakhir, BPOM sudah mengeluarkan 150.000 produk, cukup banyak,” ungkapnya.

Makanya diingatkan kepada generasi milenial, di era teknologi yang semakin canggih ini, tentunya sangat mempengaruhi pola promosi dan konsumsi kosmetik. Tingkat transaksi kosmetik didunia digital semakin berkembang khususnya dari cara market.

” Karena itu lebih cerdaslah dalam memilih kosmetik, jangan mudah tergiur dengan promosinya . Sebab belum dijamin keamanannya untuk dikonsumsi, ” kata Maya.

BACA JUGA  Penyaringan Bakal Calon Rektor Untad, Mahfudz Ungguli Zainuddin

Berdasarkan hasil survei di 2018, produk kosmetik merupakan produk paling populer dalam penjualan online dibawa produk fashion, dan gadget.

Maraknya peredaran via daring, kata dia, berpotensi untuk memberikan informasi menyesatkan terkait produk yang legal. Hal ini membuat masyarakat, khususnya milenial semakin mudah terkontaminasi mengkonsumsi kosmetik yang tidak memenuhi syarat.

Melalui kegiatan ini, yang pastinya sangat bermanfaat khususnya dalam mengedukasi kalangan milenial soal kosmetik.

“Jadi kami dari BPOM melakukan pengawasan termasuk kosmetik. Selama 2018, ada 128 miliar hanya untuk kosmetik dari total 160 miliar temuan Badan POM. Jadi sudah banyak temuan dan demand nya cukup tinggi. Oleh sebab itu, kalau hanya pengawasan yang biasa-biasa saja itu tidak akan bisa, jadi kami sekarang melibatkan masyarakat untuk bisa melindungi dirinya sendiri terhadap kosmetik yang tidak memenuhi syarat. Melalui pertemuan ini, kami mengajak masyarakat untuk lebih cerdas. Masyarakay disadarkan supaya terhindar dari iklan-iklan yang menyesatkan , hoax endorsmen yang tidak benar,” himbaunya.

Temuan kosmetik ini paling banyak adalah mercury yang janjinya untuk memutihkan secara instan yang akibatnya itu bisa membuat kanker dan terakumulasi pada ginjal.

BACA JUGA  Jubir Pusdatina Sulteng : 1 Pasien Positif Corona Berasal dari Morowali Utara

“Dari sisi pengawasan, Kami punya cyber kontrol untuk melihat produk online yang dijual, bekerjasama dengan jasa pengiriman, jasa kurir. Bahkan untuk, masuk distu kami juga rela menjadi pegawai dalam kurur tersebut supaya bisa dideteksi produk-produk yang kira-kira berpotensi ilegal dalam jumlah banyak,” jelasnya.

Hal yang sama juga dikatakan Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng, Hidayat Lamakarate menghimbau masyarakat terutama kaum mileial agar lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi produk.

” Di era milenial ini, terlalu banyak produk kosmetik yang dijajakan di media online, dengan perang promosi yang sangat luar biasa. Nah disinilah dibutuhkan kecerdasan kaum perempuan, agar lebih berhati-hati saat memilih produk kosmetik. Jangan mudah tergiur dengan iklannya, karena terkadang apa yang diiklankan itu tidak seperti dengan yang dipasarkan,” kata Hidayat berharap agar kerjasama antara BPOM dengan pramuka dengan membentuk SAKA POM, dapat memaksimalkan pengawasan terhadap produk ilegal di masyarakat. (Nila/NP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here