Sekprov Tekankan Pemanfaatan Dana Desa Mengarah pada Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

0
137

Sekdaprov Sulteng jadi narasumber pada kegiatan rakor Provinsi Program Inovasi Desa Tahap Ke-2 Tahun 2019, kemarin. (F-humpro)
PALU, Sultengmembangun.com – Program Inovasi Desa jangan hanya sebatas seremonial belaka seperti berupa penemuan teknologi baru untuk diterapkan membangun desa. Namun lebih diharapkan dapat diimplementasikan ke masyarakat sehingga memberikan dampak positip dalam membangun masyarakat yang cerdas, terampil, maju dan berdaya
saing. Demikian penekanan Sekdaprov Sulteng, Dr. H. Moh. Hidayat Lamakarate, M.Si saat menjadi narasumber pada kegiatan rakor Provinsi Program Inovasi Desa Tahap Ke-2 Tahun 2019, Senin (7/10/2019), di salah satu hotel di Palu.

“Program Inovasi Desa harusnya bisa memberikan dampak positip dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat dan pemerintahan desa,” tandasnya.

Terkait alokasi dana desa, menurut sekprov sebaiknya jangan hanya difokuskan untuk membiayai kebutuhan sarana prasarana desa.
Namun lebih diharapkan bagaimana dana tersebut dikelola dan dikreasikan dalam program-program pemberdayaan warga berbasis keunggulan domestik desa.

“Agar tumbuh jiwa wirausaha (warga) yang diharap bisa berkontribusi meningkatkan PAD desa supaya (dana desa) jangan hanya habis di pembangunan fisik,” tegasnya.

BACA JUGA  Kapolda Sulteng Melepas 23 Ekor Penyu Selundupan Oknum Nelayan di Banggai

Sekdaprov mengharapkan agar para kepala desa untuk lebih inovatif lewat tenaga pendamping desa guna mencegah pemanfaatan dana yang mubazir.

Jangan sampai keadaan (desa) sama saat belum ada (dana desa) dan sudah ada. Agar tenaga pendamping ikut berperan membantu kades.

“Dengan diperhatikannya desa dan dimasukkan dalam nawa cita, Insya Allah akan mendorong kemajuan desa,” pungkasnya.

Acara yang dibuka Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Zubair, S.Sos, M.Si mengundang kurang lebih 100 orang peserta meliputi para kepala BPMPD kabupaten serta para camat, para kepala desa, dan tenaga pendamping desa dari 13 kabupaten se Sulteng.(Nila)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here