oleh

Rubah Perilaku dimasa Pandemi, BKKBN Sulteng Wajibkan Rapid dan Test Swab Bagi PKB/PLKB

Tampak Kasubag Humas BKKBN Sulteng, Bramanda Noya menyerahkan Hasil rapid test kepada para PKB/PLKB, Selasa malam di Hotel Santika Palu. (F-NN)

PALU, SM.Com – Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (disingkat BKKBN) dengan tegas menerapkan kepada seluruh PKB/PLKB baik yang sudah ASN maupun non ASN serta kepada seluruh ASN dilingkup BKKBN Sulteng untuk selalu menerapkan protokol kesehatan covid 19.

Meskipun selama pandemi ini, banyak yang melakukan pekerjaannya dari rumah (work from home/WFH), namun dihimbau untuk selalu memberlakukan protokol kesehatan.

Pemberlakukan kebijakan ini, kata Maria Ernawati, Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, masih terus diperpanjang dengan kondisi pandemik yang tak kunjung berakhir sampai dengan saat ini.

Seiring dengan pandemik yang masih tetap berlangsung, kita sebagai aparatur tetap dituntut untuk melanjutkan program-program kerja dengan cara merubah cara kerja dan perilaku sesuai dengan ketentuan yang telah diatur berdasarkan protokol kesehatan negara.

Banyak melakukan adaptasi terkait dengan pengelolaan program dan rencana adaptasi ini juga tentu berlaku bagi pelayanan administrasi di lingkungan perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah.

BACA JUGA  Hari ini Sertijab Kalan BPK Perwakilan Sulteng

” Berbagai kebijakan telah kita keluarkan terkait penerapan protokol kesehatan selama di era pandemi covid 19 namun karena anggarannya tidak terlalu banyak sehingga pihak BKKBN hanya bisa memfasilitasi untuk PCR test kepada kabupaten yang zona merah saja. Dan ini akan kami prioritaskan,” tandas Erna.

Disebutkan kabupaten yang masuk kategori zona merah yaitu Banggai, Banggai Laut,dan Banggai Kepulauan, Morowali dan Morowali Utara.

” Semua kabupaten yang masuk zona merah ini akan kita fasilitasi agar penyuluhnya melakukan tes swab. Dan seluruh ASN yang ada di kantor BKKBN Sulteng akan kami fasilitasi,” kata Erna.

Dengan kondisi yang sangat terbatas ini dengan seluruh aksesnya, diharapkan agar semua PKB dan PLKB tetap bisa menjalankan program-program banggakencana di lapangan. Dan tentunya harus mematuhi dari protokol kesehatan.(NL)

Komentar

News Feed