oleh

Remaja Sebagai Ujung Tombak Penentu Keberhasilan Bonus Demografi

Prof. H. Chairil Anwar, SE, MA, Ph.D, selaku pemateri didampingi La Ode Dia dari BKKBN Sulteng pada pertemuan peningkatan kompetensi bagi remaja dan pemuda peduli kependudukan.(F-Nila)

PALU, Sultengmembangun.com – Peran pemuda sangat diharapkan dalam menfhadapi bonus Demografi sebagai salah satu upaya yang dilakukan oleh pihak BKKBN Sulteng dalam menurunkan angka kelahiran melalui program keluarga berencana (KB).
Karena itu keberadaan pemuda harus dimanfatakan secara optimal sebagai langkah nyata dalam memacu pertumbuhan ekonomi daerah guna menciptakan masyarakat yang sejahtera. Sebagaimana ditegaskan oleh Plt.Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah Tenny C.Soriton.S.Sos.MM yang dibacakan olrh Plh.Kaper, Irnawati.SE.MM pada pertemuan Peningkatan Kompetensi Pemuda dan Remaja Peduli Kependudukan Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (30/1/2019), di Ruang Pola Kantor BKKBN Sulteng.
Dikatakannya, bonus demografi bisa menjadi bencana kependudukan pabila kita tidak berhasil meningkatkan kualitas dan kesejahteraan hidup masyarakat. Olehnya itu, pihak BKKBN terus berupaya untuk menekan angka kelahiran penduduk dengan melakukan pemerataan akses dan kualitas pelayanan informasi dan pelayanan KB hingga ke pelosok negeri dalam upaya penyeimbangan penyebaran dan pemerataan pembangunan serta pemerataan pembangunan di bidang sumber daya manusia melalui program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). “itulah mengapa sehingga peran pemuda menjadi ujung tombak dalam menentukan keberhasilan program kependudukan sebab remaja atau pemuda adalah pemeran utama dalam melahirkan keluarga kecil, sejahtera dan mandiri dengan program dua anak lebih baik. Sehingga dapat mewujudkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing menuju masyarajat Indonesia yang sejahtera,” terangnya.
Olehnya itu, penyiapan SDM sejak dini perlu dilalukan . Salah satunya dengan melahirkan remaja atau pemuda yang melek dan sadar kependudukan. Remaja yang peduli kependudukan. Sebab negara berkewajiban menyediakan segala sarana dan kebutuhan penduduk yang semakin hari kian terus bertambah. Disinilah peran BKKBN diharapkan mampu menekan dan menurunkan angka kelahiran, tandas Irmawati dihadapan para peserta yang terdiri dari koalisi kependudukan dari berbagai kampus yang ada di Kota Palu.
Hadir pada kesempatan itu Prof. H. Chairil Anwar, SE, MA, Ph.D, selaku pemateri didampingi La Ode Dia dari BKKBN Sulteng.***
REDAKTUR : NILA

BACA JUGA  Diduga Salah Perencanaan, Mega "Proyek Abadi"Ruas Jalur Kebun Kopi Berpotensi Korupsi

Komentar

News Feed