Realisasi dana Stimulan dan Santunan, Wapres Minta Sipakan Data Penerima By Name By Adress

0
158

Situasi rapat di kantor Gubernur Sulteng yang dipimpin langsung Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.(F-hmsprov)

PALU, Sultengmembangun.com – Pemerintah siap kucurkan dana stimulam dan dana santunan bagi korban bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah. Sesuai permohonan Gubernur Sulawesi Tengah, total dana Rp2,6 triliun dipastikan siap digelontorkan minggu depan.
Kesiapan dana stimulant dan dana santunan tersebut dibahas dalam rapat bersama yang dipimpin Wapres Jusuf Kalla dengan Gubernur Sulawesi Tengah H Longki Djanggola, bersama Menteri/kepala Bappenas, Menteri PUPR, Menteri ATR/BPN, kepala BNPB dan wakil Menteri Keuangan, di ruang Polibu (31/1/2019), yang dihadiri Bupati/walikota Kabupaten Terdampak.
Wapres menegaskan penyaluruan dana stimulant dan dana santunan tersebut harus didukung dengan data penerima yang jelas, by name by address, terutama data ahli waris. Bola penentu sekarang berada di bupati/walikota untuk segera menyiapkan data calon penerima, sesuai jumlah dalam data yang dimohonkan ke pemerintah.
Dalam rapat tersebut, Wapres langsung menanyakan kesiapan dana kepada wakil Menteri Keuangan. Dipastikan dana siap dan akan dikucurkan pekan depan sepanjang ditunjang dengan data penerimanya.
‘’ Dana kita siap. Sekarang tergantung kabupaten/kota merealisasikan datanya. tinggal data penerimanya diperkuat. Nantinya dana untuk membantu rumah yang rusak akan di realisasikan melalui BNPB kepada pemerintah provinsi dan selanjuntya di serahkan kepada pemerintah kabupaten/kota,’’ jelas Wapres.
Sedangkan untuk dana santunan lanjut Wapres akan realisasikan melalui BNPB kepada Kementerian Sosial, kemudian kepada pemerintah provinsi dan diteruskan kepada pemerintah kabupaten/kota.
Dipastikan pula, untuk skema penyaluran dana stimulant bagi warga terdampak dalam memperbaiki rumahnya akan dilakukan pendampingan. Tim pendampingan akan di bentuk oleh Badan Penanggulangan Daerah (BPBD).
Dalam rapat juga disampaikan adanya perubahan data untuk rumah rusak dan jumlah jiwa korban meninggal dunia. Dana stimulan untuk rumah rusak berat, sedang dan ringan Rp2.539.450.000.000 naik menjadi Rp.2.557.550.000.000. Dana santunan korban meninggal dunia akibat bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi, Rp65.100.000.000, terjadi kenaikan menjadi Rp66.030.000.000.Total dana yang diusulkan Rp2.623.580.000.000, dan seluruhnya disetujui dan segera di realisasikan.(*hmsprov)
REDAKTUR : NILAWATI

BACA JUGA  Pegawai BKKBN harus Bisa Berperan Sebagai Humas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here