oleh

Rama dan Krisna Wakili Sulteng di ADU JAK GenRe Indonesia 2020

Duta GenRe Sulteng saat mengikuti pembukaan ADUJAK secara virtual se Indonesia. (F-hms)

PALU, SM.Com – Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Genre Indonesia (ADU JAK) Tahun 2020 dimulai dengan cara yang berbeda untuk Tahun ini. Dengan mengusung Tema Remaja Unggul Berkarakter dan Berideologi Pancasila untuk mencapai Indonesia Emas Tahun 2045, Pembukaan ADUJAK Tahun 2020 diselenggarakan secara virtual.

Meski demikian, hal ini tidak mengurangi semangat para peserta dari perwakilan BKKBN Provinsi Se-Indonesia. Ahmad Syahrul Ramadhan dan Krisna Puspita menjadi wakil Sulawesi Tengah untuk pemilihan Duta GenRe tingkat Nasional.

Rama, sapaan akrabnya merupakan Juara 1 Putra Duta GenRe tingkat Sulteng 2020 dengan mengangkat program Ranting (Remaja Cegah Stunting) dan Krisna Juara 1 Putri Duta GenRe Sulteng 2020 dengan Program Unggulannya yakni PATABA (Patahkan, Tangkis, dan Bentuk Satuan Tugas Percepatan Penurunan Perkawinan Usia Anak). Pataba adalah bahasa daerah Kaili yang artinya “Andalan”.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Dr. (H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp(OG)K sekaligus mengukuhkan pengurus forum GenRe Indonesia Periode 2020-2022.

BACA JUGA  Kelompok UPPKS Binaan BKKBN Sulteng Diharap Bisa Jualan Online Dimasa Pandemi Covid-19

Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreatifitas GenRe Indonesia 2020. Menghadirkan 68 finalis Duta GenRe (Generasi Berencana) 2020. Ajang ini secara khusus digelar BKKBN setiap tahun karena generasi muda dinilai bagian penting dari penduduk Indonesia

Dikatakan, Generasi Muda merupakan agen perubahan,” ujar Kepala BKKBN, DR (HC) dr. Hasto Wardoyo Sp.OG (K) saat membuka acara tersebut secara virtual, Senin (23/11/2020). Sebagaimana dikutip dari berita SindoNews.com.

Olehnya AduJak20 GenRe” ini digelar untuk menciptakan generasi berkualitas dan berkarakter. Untuk itu, diperlukan suatu gerakan revolusi mental yang dilaksanakan melalui internalisasi nilai-nilai esensial yang dimulai dari individu, keluarga, masyarakat dan institusional.

Hal itu penting dilakukan mengingat di tahun 2020 jumlah penduduk usia 10-24 tahun di Indonesia cukup besar, mencapai sekitar 66,9 juta jiwa. Aau sekitar 25,6 persen dari total jumlah penduduk di Indonesia. Ini berarti satu di antara empat penduduk adalah remaja.

Hasto Wardoyo mengatakan, remaja saat ini akan menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia pada 2045.(sdnews)

BACA JUGA  Kisah Sri Devi Hamenda, Pasien Covid 19 yang Sembuh & Kembali ke Rumah

Komentar

News Feed