oleh

Rakerda KPID Sulteng Tekankan Penayangan Konten Lokal di Semua TV Berjaring

Pelaksanaan Rakerda KPID Sulteng, berlangsung Rabu 24 April 2019.(F-nila)

PALU, Sultengmembangun. com – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulteng menyelenggarakan rapat kerja daerah (rakerda) tahun 2019 yang dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesra, Drs. Mohammad Nizam, MH, Rabu (24/4/2019), di salah satu hotel yang ada di palu.

Dalam rakerda KPID kali ini diharapkan dapat mewujudkan sinergitas dari berbagai pihak terkait dalam upaya melakukan penayangan konten lokal melalui televisi berjaring sebab ini merupakan peluang bagi kita dalam mengangkat dan mempromosikan apa daerah kita ini melalui berbagai sektor.

Sebagaimana dikatakan Ketua KPID Sulteng, Hary Aziz, menyebutkan bahwa adanya keberagaman dan isi konten pada lembaga penyiaran lokal berjaringan di daerah, diantaranya harus menayangkan atau menampilkan konten lokal sebanyak sepuluh persen dari konsep tayangan yang ada.

“Ini yang terus kami dorong agar semua televisi berjaring yang ada di Sulawesi Tengah, dalam menyiarkan sekian banyaknya menu tayang, diwajibkan untuk menayangkan sepuluh persen konten lokal dari tayangan yang ada. Dan ini harus dilakukan,” tandas Hary.

BACA JUGA  Dirpolairud Polda Sulteng Bagi Sembako kepada Nelayan di Pesisir Pantai Donggala

Dalam konsepnya, kata Hary, konten lokal adalah sebuah peluang bagi daerah untuk lebih banyak tampil dalam wajah pertelevisian di berbagai bidang.

“Jika hal ini dilakukan oleh para pengelola tv berjaring, tentunya secara masif masyarakat kita akan sangat mendukung sebab daerah kita ini akan lebih terpublikasi dengan baik. Hanya saja terkadang karena kebijakan redaksional antara managemen di pusat dan daerah yang sering berbeda dan karena beban biaya produksi konten lokal yang dianggap cukup besar sehingga terkadang ini menjadi kendala bagi managemen televisi berjaring yang ada di daerah dan tidak berdaya dalam mengambil keputusan. Makanya tak heran jika ada konten lokal yang ditayangkan secara berulang-ulang, ” ungkap Hary.

Pada kesempatan itu, mewakili Gubernur Sulteng, Moh Nizam sangat mengapresiasi rakerda KPID kali ini yang lebih menitikberatkan pada pemuatan konten-konten lokal bagi semua televisi berjaring yang ada di daerah ini.

KPID bersama stakeholder telah bersepakat dan mewajibkan kuota minimal 10 persen dari seluruh menu tayang untuk menyajikan konten lokal.

BACA JUGA  Gubernur Sulteng Harapkan Perkadis Kawal Program BanggaKencana

” Ini menjadi kewenangan KPID Sulteng dalam mengontrol penayangan konten lokal terhadap televisi berjaring sesuai dengan ketentuan aturan yang ada,” tandas Nizam.

Hal ini dinilai sangat penting sebab keberadaan televisi berjaring ini memiliki peran dan tanggung kawab dalam memelihara dan pengembangan potensi lokal.

“Saya mengapresiasi rakerda KPID Sulteng sebagai sarana dalam menjembatani antara kepentingan yang ada didaerah ini, ” ujar Nizam. (cr)

REDAKTUR : NILA

Komentar

News Feed