Raker FKUB, Gubernur Sulteng Ajak Seluruh Umat Beragama Jaga Silaturahmi Umat

0
90

Gubernur Sulteng hadiri raker FKUB dan berpesan untuk senantiasa menjaga keharmonisan antar umat beragama. (F-humas)

PALU, Sultengmembangun. com – Gubernur Sulteng Longki Djanggola membuka Rapat Kerja (Raker) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Provinsi Sulawesi Tengah, pekan lalu.

Acara tersebut digelar atas kerjasama FKUB dan Pemprov Sulteng, dengan tema Memantapkan Kerukunan Umat Beragama Untuk Sulteng Yang Damai.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulteng, Zainal Abidin mengatakan, Rakor ini dimaksudkan untuk menyusun program kerja FKUB Sulteng, mendapatkan laporan FKUB Kab/Kota tentang kondisi aktual kerukunan umat beragama yang selanjutnya akan disusun dalam sebuah pogram keja atau laksana tindak lanjut, menciptakan sebuah bentuk komunikasi antara FKUB Kab/Kota dengan FKUB Sulteng.

Lebih lanjut Zainal Abidin menambahkan Raker FKUB ini juga dirangkaikan dengan seminar nasional yang mengangkat tema Penguatan Faham Keagamaan inklusi, humanis sebagai daya tangkal gerakan in teloransi radikalisme dan terorisme.

Ketua FKUB Sulteng berharap Raker tersebut bisa berjalan lancar agar apa yang kita harapkan untuk sulteng yang damai di dimasa kini dan akan datang dapat terwujud,’ujarnya.

BACA JUGA  Intensitas Curah Hujan Sangat Tinggi, Lima Desa di Luwuk Direndam Banjir

Sementara itu, Gubenur Sulteng Longki Djanggola menyambut baik penyelenggaraan kegiatan ini, ia mengajak kebersamaan seluruh umat beragama di Sulawesi Tengah , untuk terus membangun keharmonisan beragama dan mempertahankan citra yang positif bagi Sulteng, serta memberikan peran aktif dan kontribusi yang nyata dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara, keberhasilan pembangunan bukan hanya menjadi tanggung jawab seorang Kepala daerah bersama perangkatnya, “Kata Gubernur, akan tetapi sebagai karya bersama semua elemen masyarakat sulawesi tengah sesuai dengan profesinya masing-masing.

Lebih lanjut Gubernur Longki mengharapkan semua pihak agar terus berupaya mengisi pembangunan Sulteng sesuai dengan tuntunan kebutuhan yang diharapkan oleh masyarakat, dengan bersendi nilai-nilai hakiki demokrasi yang sesuai dengan nilai hakiki kultur masyarakat dan Bangsa Indonesia, sehingga kerukunan umat beragama yang telah bangun selama ini, dapat memberikan pencerahan dan tidak memicu serta mengarah pada pertikaian, permusuhan, yang dapat melemahkan persatuan dan kesatuan kita sesama warga bangsa indonesia dalam bingkai NKRI.”Jelas Gubernur Longki

Selain itu melaui Kesempatannya, Ketua Umum Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Indonesia, Ida Panglesir Agung Putra Sukahet, menegaskan“Kerukunan itu harganya sangat mahal. Karena kalau kita sampai gagal merajut kerukunan, taruhannya bukan uang, APBD atau APBN, tapi lebih daripada itu, yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia,”

BACA JUGA  Polda Sulteng Amankan 4 Tersangka Penambang Ilegal di Dongi-dongi

Menurut Ida Panglesir karena pentingnya kerukunan, maka selayaknya pemerintah baik pusat dan daerah wajib untuk memperhatikan keberadaan FKUB

Sebagaimana diketahui, banyak di berbagai wilayah FKUB kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah setempat, namun sebaliknya FKUB di Sulteng telah mendapat perhatian lebih dari Pemerintah Daerah dan para pemangku kepentingan lainnya, ini menandakan kalau Pemeritah Sulteng dan para pemangku kepentingan sangat memahami Kalau Kerukunan itu sangat mahal. Memelihara sesuatu yang sangat mahal dan dinasmis, sudah tentu sebenarnya perawatannya juga seharusnya mahal dan butuh perhatian lebih. “Jelasnya

Pembukaan Rekerda ini dihadiri unsur Forkompimda , Kemenag Kab/ Kota se – Sulteng, tokoh lintas agama, adat.serta lembaga non Pemerinah lintas sektor lainnya.(Nila)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here