oleh

PT Vale Raih Subroto Award ESDM atas Komitmen Efisiensi Energi

SULTENGMEMBANGUN.COM, Denpasar – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menerima penghargaan Juara II Subroto Awards 2023 Subsektor Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE). dan PT Vale menjadi satu-satunya perusahaan pertambangan yang meraih kategori Efisiensi dan Transisi Energi.

Subroto Awards Subsektor EBTKE ini merupakan penghargaan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) EBTKE Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi dari Kementerian ESDM yang diberikan kepada entitas yang memiliki peranan dalam memajukan sektor energi dan sumber daya mineral, khususnya dalam efisiensi dan konservasi energi, serta penurunan emisi gas rumah kaca.

Penghargaan diterima oleh Chief Operating Officer (COO) PT Vale Abu Ashar pada seremoni yang berlangsung di Nusa Dua, Denpasar, Bali, Senin (30/10/2023). Abu Ashar didampingi oleh Director Energy & Logistic PT Vale Dahlan. Selain dihadiri oleh pimpinan Ditjen EBTKE, seremoni juga dihadiri oleh pimpinan lintas kementerian dan lembaga, asosiasi yang terkait dengan energi, dan pelaku industri.

BACA JUGA  Penetapan Tersangka Pembunuh Nugi Dinilai Lamban, Masyarakat Diminta Buat Petisi

Penghargaan dialamatkan ke PT Vale karena dinilai sebagai perusahaan pertambangan yang berkomitmen serius terhadap efisiensi dan transisi energi. Sejak 1979, PT Vale telah menempuh opsi untuk mengandalkan energi baru terbarukan, yang ditandai dengan berdirinya Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Larona, dengan kapasitas terpasang sebesar 165 megawatt (MW). Kemudian, pada 1999, perusahaan pertambangan nikel ini mengoperasikan PLTA kedua, yakni PLTA Balambano dengan kapasitas 110 MW. Terakhir, pada 2011, PLTA ketiga resmi beroperasi, yakni PLTA Karebbe yang berkapasitas 90 MW.

Investasi untuk ketiga PLTA milik PT Vale mencapai lebih dari US$1 miliar. Kehadiran ketiga PLTA, selain menjadi pasokan utama pabrik pengolahan atau smelter nikel PT Vale di Sorowako, Luwu Timur, juga berperan penting untuk mencegah emisi karbon setara dengan 1 juta CO2eq.

“Selain investasi untuk membangun PLTA, kami juga melakukan perawatan yang serius untuk menjamin aspek keamanan dam, serta mengoptimalkan kapasitas sumber energi baru dan terbarukan ini,”tuturnya.

Abu Ashar juga menambahkan, selain PLTA, perseroan juga melakukan uji coba biomassa untuk mengganti bahan bakar di dua elemen signifikan pada pabrik pengolahan. Uji coba pertama, yakni biomassa sebagai redaktan di Reduction Kiln, serta biomassa sebagai combustor atau bahan bakar di Dryer. Pada 2023 ini, PT Vale mulai menguji coba biomassa pada kedua fungsi tersebut, dengan target implementasi pada 2025.

BACA JUGA  Puncak Harganas Ke-29, Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Menuju Kemandirian Pangan

“Terima kasih atas apresiasi dari Kementerian ESDM melalui Subroto Awards Subsektor EBTKE. Tentu kami bangga, karena ternyata upaya kami untuk menjalankan pertambangan berkelanjutan lewat energi baru terbarukan mendapat pengakuan, serta menjadi inspirasi bagi banyak pihak,”paparnya.

Untuk itu, Abu Ashar berharap dukungan semua pihak agar PT Vale terus menghadirkan inovasi.

“Dukung kami untuk terus bergerak, dengan berbagai inovasi. Mulai dari mengoperasikan PLTA, menguji coba biomassa, menguji coba truk listrik dan solar panel di beberapa area, hingga penggunaan gas alam sebagai sumber energi. Seluruh upaya konkret ini kami lakukan untuk mewujudkan roadmap kami dengan target net zero emission pada 2050 mendatang,” jelasnya.***

Komentar