oleh

Prosedur Donasi Alfamidi di Fit and Proper Test

Berantas Covid 19.Dukung program pemerintah, Alfamidi bagi-bagi masker kepada masyarakat melalui donasi alfamidi.(F-dok.ist.alfamidi)

SULTENGMEMBANGUN.COM PALU – Sudah beberapa hari ini, ada sejumlah oknum wartawan medsos yang masih saja meributkan masalah donasi alfamidi. Yang entah dari sisi mananya dibilang itu pungli. Namun yang pastinya bahwa donasi alfamidi itu dilaksanakan sudah sesuai prosedur.

Terkait hal itu, Arif Lutfian Nursandi, SE yang kerap disapa Andi selaku Corporate Communications Alfamidi yang dihubungi via whatshapp, Kamis (14/10/2021), mengatakan donasi yang dikumpulkan via kasir di Alfamidi itu merupakan sumbangan para konsumen setia Alfamidi yang secara ikhlas memberikan atau menyumbangkan recehan sisa belanjaannya untuk disumbangkan ke yayasan/panti sosial.

Pembagian sembako kepada masyarakat yang kurang mampu, melalui donasi Alfamidi.(F-dok.ist.alfamidi)

Dan harus diketahui bahwa dalam hal ini pihak Alfamidi terlebih dahulu meminta kepada para mitranya berupa surat kepemilikan yayasan/lembaga/perkumpulan/masjid, baru bisa melakukan kerjasama dengan Alfamidi. Sebab ini menjadi salah satu syarat utama dalam melakukan kerjasama dengan Alfamidi.

Yayasan yang bekerja sama dengan Alfamidi adalah yayasan yang kredibel dan telah mengantongi izin lengkap. Dan tentunya sebelum melakukan kerjasama, harus melalui proses FIT and Proper test terlebih dahulu.

BACA JUGA  Pemberdayaan Keluarga Harus Dimantapkan Sejak Dini

” Dalam melakukan kerjasama untuk pengelolaan donasi alfamidi, harus melalui proses dulu. Dan memang prosesnya cukup panjang, tapi itu peraturannya yang dipersyaratkan. Sebab yang dikelola ini adalah dana masyarakat. Jadi pihak Alfamidi sangat selektip dalam hal ini,” jelas Andi

Setelah itu, kata Andi, bagi yayasan/lembaga/perkumpulan/masjid yang harus mengantongi izin pengumpulan donasi melalui Alfamidi, kemudian mengajukan ke kemensos secara OSS (online) untuk proses penandatanganan kerjasama.

” Bila sudah mendapat persetujuan dari Kemensos, maka selanjutnya yayasan/lembaga/perkumpulan/masjid menyiapkan segala keperluan untuk melakukan perjanjian kerjasama dengan Alfamidi. Itu maksimal waktunya 3 bulan dalam 1 periode sesuai dengan izin yang mereka dapat dari Kemensos,” ungkap Andi.

Perlu ditekankan bahwa yayasan/lembaga/perkumpulan/masjid adalah pengelola dana donasi, bukan Alfamidi. Setelah dana terkumpul, semua akan diberikan kepada yayasan atau lembaga sosial yang telah bekerja sama sesuai periodenya.

Sebagaimana halnya kotak amal yang ada di toko/swalayan atau di Mall. Semuanya harus mengantongi izin dan harus melalui prosedur yang telah ditetapkan.

” Semuanya harus melalui prosedur seperti yang dilakukan oleh Alfamidi, baru bisa menandatangani Perjanjian Kerjasama untuk 3 bulan dalam 1 peripde. Dan setelah satu periode, kerjasama berikutnya bisa diperpanjang,” jelasnya.

BACA JUGA  Maknai Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Diminta Jaga Ekosistem Alam

Untuk diketahui bahwa semua kotak amal yang ada di Alfamidi, sudah berijin dan jelas serta dilengkapi dengan Perjanjian Kerjasama. Dan itu kotak amal bukan milik Alfamidi tapi itu milik yayasan amal atau lembaga sosial yang dititipkan di Alfamidi. Jadi pihak Alfamidi hanya memfasilitasi antara konsumen dengan yayasan atau lembaga amal. (NL)

Komentar

News Feed