oleh

Program GenRe Diharap Menekan Angka Pernikahan Dini

Dr. H. Hidayat Lamakarate, MSi saat dinobatkan jadi Ayah GenRe di Sulteng. (F-ist)

PALU, Sultengmembangun. com – Angka pernikahan anak-anak di Sulawesi Tengah masih sangat tinggi. Dan itu dibuktikan oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng tahun 2017, menyebutkan Sulteng menempati urutan ketiga nasional dalam pernikahan dini (pernikahan anak-anak), setelah Sulbar dan Papua.
Artinya masih sebagian besar perempuan di Sulteng yang menikah dibawah usia 15 tahun.

Sebagaimana dipaparkan Sekdaprov Sulteng, Dr. H. Hidayat Lamakarate, MSi, pada pemilihan duta GenRe Sulteng tahun 2019, Sabtu malam (27/4/2019), di salah satu hotel di palu.

Terkait hal itu, berbagai upaya nyata telah dilakukan oleh pihak BKKBN Sulteng dalam menekan pertumbuhan angka pernikahan anak-anak, salah satunya dengan
menggalakkan program Generasi Berencana (GenRe).

“Kita berharap program GenRe dapat menekan angka pernikahan anak-anak didaerah ini. Minimal dapat mengarahkan remaja di Sulteng menjadi fasilitator dikalangan teman sebayanya dalam menebarkan virus GenRe,” tutur Hidayat yang didaulat sebagai Ayah GenRe di Sulteng.

BACA JUGA  Konsulat Jerman Dukung Pengembangan Sektor Pendidikan Bagi Korban Bencana di Kota Palu

Sebagai GenRe, banyak hal penting yang bisa dipahami oleh para remaja. Antara lain tentang manfaat program GenRe itu sendiri dimana para remaja diajarkan untuk menyiapkan masa depan yang lebih baik, lebih terarah dan terencana.

Para duta GenRe dapat menjadi contoh bagi teman sebayanya dan mengajak temannya untuk tidak menikah diusia dini atau diusia anak-anak.

Karena usia yang pantas bagi seorang wanita untuk menjalani pernikahan adalah diusia 24 tahun dan minimal 26 tahun bagi pria. (cr)

REDAKTUR : NILA

Komentar

News Feed