Di Buol, Program Ayah/Ibu GenRe Masuk Desa

0
139

Kades Bajugan dan Kades Lantapan
dinobatkan jadi Ayah GenRe, Menjadi sejarah pertama di Sulteng Program Ayah GenRe masuk desa.(F-humas)

TOLI-TOLI, Sultengmembangun.com – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah terus mengupayakan peningkatan sosialisasi dan promosi program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga (KKBPK) khususnya program generasi berencana (GenRe). Salah satunya melalui pengukuhan dan penobatan Ayah GenRe hingga ke tingkat desa. Hal ini disampaikan Kepala Sub Bidang Bina Ketahanan Remaja (Subbid BKR) Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), pada penobatan Kepala Desa Bajugan sebagai Ayah GenRe Bajugan dan Kepala Desa Lantapan sebagai Ayah GenRe Lantapa, yang dilaksanakan pekan lalu.

Penobatan Ayah GenRe pada kedua desa di Kecamatan Galang Kabupaten Buol ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan di Indonesia.

“ Penobatan Ayah GenRe di dua desa ini, menjadi catatan sejarah karena hal ini pertama kalinya dilakukan oleh BKKBN dengan menobatkan Ayah GenRe di tingkat desa. Sebelumnya, hanya di tingkat kabupaten,” ungkapnya.

Dengan kehadiran Ayah GanRe, diharapkan remaja didua desa ini menjadi makin terarah dan kelak bisa menjadi contoh bagi remaja di desa lainnya, di Kabupaten Buol.

Karena sesungguhnya remaja sangat memerlukan motivator, panutan, dan teladan. Tentunya dengan kehadiran Ayah GenRe di tingkat desa, dapat mewujudkan remaja yang mandiri dan berdaya saing.

Sebelumnya BKKBN telah menobatkan Ayah/Bunda GenRe di Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Sigi, Kabupaten Poso, Kabupaten Tojo Unauna, Kabupaten Morowali, Kabupaten Morowali Utara, dan Kabupaten Buol.

Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng diwakili Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, La Ode Dia, MAPS, mengatakan remaja sangat membutuhkan sosok atau figur yang dapat menjadi panutan sehingga kehadiran Ayah/Bunda GenRe dinilai sebagai salah satu solusi yang tepat dalam mengarahkan remaja menjadi remaja yang tangguh, mandiri dan berdaya saing.

“Semoga kehadiran Ayah/Bunda GenRe di lingkungan remaja dapat menjadi motivator dalam menata masa depan remaja terutama dalam menyiapkan generasi muda untuk menjadi pasangan yang ideal, harmonis dan bisa mengimplementasikan delapan fungsi keluarga” ujar La Ode.

Data survei Demografi dan Kependudukan Indonesia (SDKI) 2017 menyebutkan usia kawin pertama (UKP) Provinsi Sulawesi Tengah kini telah mencapai 20,19 tahun. Namun data tersebut belum mencapai tahap yang ideal yaitu 21 tahun.

Untuk itu, BKKBN terus bekerja keras dalam menekan angka pernikahan anak/pernikahan dini dalam mewujudkan generasi emas yang berdaya saing.(Nila)

BACA JUGA  Pencanangan Sistem Informasi Tanggap Bencana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here