Prodi Agribisnis Menolak PAW Anggota Senat Untad

0
490
Spanduk yang berisi penolakan terhadap PAW Anggota Senat Untad yang terpajang didepan gedung Faperta Prodi Agribisnis, dicabut dengan paksa oleh security kampus atas perintah atasannya.(F-nila)

PALU, Sultengmembangun.com – Terkait dengan Pemilihan/Penggantian Antar Waktu (PAW) Anggota Senat Universitas Tadulako (Untad), Sejumlah dosen dan guru besar dari Agribisnis Fakultas Pertanian dengan tegas menolak untuk ikut serta dalam proses pemilihan/penggantian antar waktu anggota senat universitas dengan alasan karena tidak sesuai dengan statuta Universitas Tadulako.

Prof. Dr. Ir. Max Nur Alam, MS, salah seorang guru besar di agribisnis menyatakan kebenaran akan hal itu. Menurutnya PAW anggota senat Untad yang dilakukan Selasa (19/2/2019), tidak sesuai prosedur. “Karena kalau kita merujuk dari statuta untad, tidak akan ada pemilihan lagi untuk anggota senat sebab kami dari pihak agribisnis sudah mewakilkan satu orang sebagai utusan dari prodi agribisnis yang dipikih sesuai hasil pemilihan yang kami lakukan di prodi agribisnis yaitu Dr. Alimudin Laapo, SP, M. Si. Namun setelah diajukan dan tanpa alasan yang jelas sehingga orang yang menjadi keterwakilan dari agribisnis ditolak oleh rektor.Dan malah memerintahkan untuk dilakukan pemilihan kembali,” ungkap Prof. Max Nur Alam.

BACA JUGA  Kawasaki Kembali Menghadirkan Ninja 250, Kawasaki W 275

Menanggapi hal itu, Prof. Dr.Ir. Hj. Marhawati, MT, yanh juga adalah salah seorang guru besar di Prodi Agribisnis, merasa keberatan atas tindakan rektor Untad, yang kemudian menyurat ke prodi agribisnis untuk melakukan pemilihan kembali. Karena menurut Prof.Marhawati ini sangat tidak beralasan. ” Untuk apa pemilihan ulang sementara kami sudah memilih dan mengutus Dr.Alimuddin Laapo sebagai perwakilan dari Agribisnis. Sementara ini orang yang kami utus mewakili agribisnis, dipilih berdasarkan proses pemilihan yang kami lakukan di prodi agribisnis jadi otomatis sesuai prosedur dan tidak ada alasan untuk ditolak,” tandas Prof.Marhawati sembari menambahkan bahwasanya tidak ada alasan bagi rektor untuk menolak utusan dari agribisnis, tidak ada dokumen acuannya mereka melakukan pemilihan kembali jadi kami anggap apa yang mereka lakukan ini untuk PAW anggota senat, kami juga menganggapnya tidak sah. Sebab sebuah proses pemilihan yang tidak sesuai prosedur statuta Universitas Tadulako (Untad).Karena statuta merupakan rujukan fundamental bagi seluruh kebijakan di universitas.

Untuk diketahui bahwa di PAW Anggota senat Untad, keterwakilan dari Program Studi Agrotek ada dua orang sementara keterwakilan dari prodi agribisnis tidak ada. “Itu artinya keberadaan prodi Agribisnis di Untad ini tidak dianggap sebagai bagian dari Universitas Tadulako,” pungkas Prof Marhawati yang dengan tegas menyatakan agar pihak Senat harus mengembalikan hak agribisnis sesuai dengan statuta.

BACA JUGA  OJK Peduli, Sumbangkan 120 unit Huntara untuk Korban Bencana

Menanggapi apa yang menjadi tuntutan pihak prodi agribisnis, Ketua Senat Untad Prof H Hasan Basri MA PhD mengatakan bahwa hal semacam itu adalah sebuah kewajaran. Karena kalah menang dalam bertarung itu hal biasa. “Tidak ada masalah kalau di pihak prodi agribisnis tidak mau ikut, karena setahu saya perwakilan itu bukan hanya satu kelompok saja, itukan yang dimintai adalah dari keterwakilan kelompok dari bidang ilmu. Percuma juga kalau mereka ikut pastinya akan malu kalau mereka ikut dan kemudian kalah,” ujar Prof.Hasan.(nila)

REDAKTUR : NILAWATI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here