Prabowo: Daripada Dikelola Asing, Lebih Baik Saya yang Kelola

0
208
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengikuti debat capres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019).

JAKARTA, Sultengmembangun.com – Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengakui mempunyai lahan yang sangat luas di Kalimantan Timur dan Aceh Tegah. Menurut dia, tanah itu merupakan tanah milik negara.

“Tanah yang katanya saya kuasai ratusan ribu di beberapa tempat, tapi itu benar, tapi itu HGU, itu milik negara,” ujar Prabowo dalam debat capres Pilpres 2019 yang disadur media ini melalui Kompas.com, Minggu (17/2/2019).

Prabowo mengaku, kapan pun negara mau mengambil tanah itu, dia akan menyerahkannya.

“Itu milik negara, setiap saat negara bisa ambil kembali, dan klo itu untuk negara saya rela kembalikan itu semua,” kat Prabowo.

Namun, ketimbang tanah itu dikuasai asing, menurut dia lebih baik dikelola dirinya sendiri.

“Tapi daripda jatuh ke orang asing lebih baik saya yg kelola, karena saya nasionalis dan patriot,” ucap dia.

Sebelumnya, Calon presiden Joko Widodo menyebut rivalnya, capres Prabowo Subianto memiliki lahan yang sangat luas di Kalimantan Timur dan Aceh Tegah.

Hal itu disampaikan Jokowi saat debat kedua capres di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019) malam.

BACA JUGA  Gempa di Sulteng, Gubernur Longki Himbau Warga Jauhi Pantai

Awalnya, Jokowi membanggakan pemerintahannya yang sudah membagikan konsesi lahan untuk masyarakat adat, hak ulayat, petani hingga nelayan.

Totalnya, kata Jokowi, sudah sekitar 2,6 juta hektar dari 12,7 hektar yang disiapkan pemerintah.

Selain itu, Jokowi menambahkan, pemerintah mendampingi mereka agar tanah-tanah yang diberikan menjadi produktif. Tanah tersebut ada yang ditanam kopi, buah, hingga jagung.

Selain itu, Jokowi menyinggung pembagian sertifikat tanah kepada rakyat. Pada 2017 dan 2018, kata dia, sekitar 12 juta sertifikat sudah diberikan kepada rakyat.

Sertifikat tersebut, kata dia, bisa digunakan untuk permodalan dengan diagunkan ke bank.

Jokowi berjanji akan terus menyelesaikan masalah sertifikat tanah hingga 12,7 juta hektar.(*kompas.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here