oleh

Polda Sulteng Amankan 3.547 Tabung LPG 3 Kg Palsu

Babuk tabung LPG 3 kg yang ditengarai produk palsu karena tidak ber SNI, yang kini ssudah diamankan di halaman Reskrimsus Polda Sulteng. (F-nila)

PALU, Sultengmembangun. com – Sebanyak 3.547 tabung LPG 3 Kg Palsu yang berhasil diamankan oleh Polda Sulteng yang disita dari seorang lelaki bernama IM alias IB dengan TKP di Jalan Trans Sulawesi RE. Martadinata Kel. Tondo Kec. Mantikulore Kota Palu.

Dari keterangan Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Didik Supranoto, S.I.K menyebutkan bahwa informasi inindidapatkan dari adanya pasar murah yang dilaksanakan oleh Disperindag Kota Palu, Pada Sabtu 11 Mei 2019, sekitar Jam 12.30 Wita,

Petugas Kepolisian Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Sulteng mendapatkan informasi dari pihak Sales LPG Pertamina Palu bahwa telah ditemukan beredarnya tabung Gas LPG 3 Kg Warna Melon yang tidak sesuai dengan standar (SNI).
Setelah menerima informasi tersebut,

” Petugas Kepolisian Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Sulteng sekitar Jam 13.00 Wita melakukan pengecekan terhadap tempat usaha Lk. IM alias IB di jalan Trans Sulawesi RE. Martadinata Kel. Tondo Kec. Mantikulore Kota Palu (TKP), dan menemukan sebanyak + 3.547 (Tiga Ribu Lima Ratus Empat Puluh Tujuh )Tabung Gas LPG 3 Kg warna Melon dalam keadaan Kosong,” jelas AKBP Didik.

BACA JUGA  Maknai Ramadhan, Pihak Bank Sulteng Santuni Anak Yatim

Selanjutnya petugas melakukan interogasi awal terhadap pemilik Tabung Gas LPG 3 Kg warna Melon yang dalam keadaan kosong tersebut dan mendokumentasikan segala kegiatan serta mengamankan barang bukti di Polda Sulteng untuk penyelidikan lebih lanjut.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP- A / 142 / V / 2019 / SULTENG / SPKT, Tanggal 14 Mei 2019 dan Surat Perintah Penyidikan No : Sp. Sidik /45/ V / 2019 / Ditreskrimsus, Tanggal 14 Mei 2019. Petugas Kepolisian Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Sulteng amankan + 3.547 (Tiga Ribu Lima Ratus Empat Puluh Tujuh ) Tabung Gas LPG 3 Kg warna Melon dalam keadaan Kosong,(14/5/2019).

Dalam Proses Penyidikan Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Sulteng.
Berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan petugas terhadap saksi Lk. IM alias IB diperoleh keterangan bahwa
1. Saksi Lk. IM alias IB mendapatkan Tabung Gas LPG 3 Kg warna Melon dalam keadaan Kosong tersebut dari Lk. RI yang beralamatkan di Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur.

2. Saksi Lk. IM alias IB mendapatkan Tabung Gas LPG 3 Kg warna Melon dalam keadaan Kosong tersebut dari Lk. RI dengan harga Rp. 128.000 (seratus dua puluh delapan ribu rupiah) per tabung dan dijual kembali dengan harga Rp. 130.000 (seratus tiga puluh ribu rupiah) pertabungnya kepada masyarakat, pangkalan, agen dan SPBE.

BACA JUGA  Hasil Uji Narkotika BNN Sulteng dan BNNK Poso Bertolak Belakang, Karyawan PT.Poso Energy Dipecat !!!!

3. Saksi Lk. IM alias IB menjalankan usaha tersebut kurang lebih sekitar 1 (satu) tahun namun tidak memiliki legalitas atau ijin usaha Perdagangan dan juga tidak memiliki kerja sama (MOU) dengan pihak PERTAMINA untuk mengedarkan Tabung Gas LPG 3 Kg warna Melon dalam keadaan Kosong tersebut.

Untuk barang bukti yang diamankan sebanyak 3.547 (Tiga Ribu Lima Ratus Empat Puluh Tujuh )Tabung Gas LPG 3 Kg warna Melon dalam keadaan Kosong.

Pasal yang dilaksanakan adalah Pasal 62 Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2014 Tentang Standarisasi dan Kesesuaian:
“Setiap orang yang memalsukan SNI atau membuat SNI palsu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun atau pidana denda paling banyak Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah).”

Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf a dan d Undang-Undang RI Nomor 08 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen:
“ Pelaku usaha yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Pasal 9 Pasal 10, Pasal 13 ayat (2), Pasal 15, Pasal 17 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, huruf e, ayat (2), dan Pasal 18 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2.000.000.000,00 (dua milyar rupiah).”

BACA JUGA  Bupati Sigi: Stunting Jadi PR Utama yang Harus Dituntaskan

REDAKTUR : NILA

Komentar

News Feed