Petani Garam Keluhkan Besarnya Pengembalian Dana Pinjaman dari Pemerintah

0
204

PALU – Sejumlah petani garam yang ada di Kelurahan Talise, Kecamatan Palu Timur mengeluhkan soal dana bantuan berupa uang pinjaman yang akan diberikan oleh Pemerintah setempat yang disalurkan melalui camat dan lurah setempat.
Pasalnya menurut para petani garam, yang dalam hal ini diwakili oleh salah seorang ketua kelompok tani garam, Sukiman memgatakan bahwa dana bantuan yang rencana akan diberikan oleh pemerintah kota palu dalam bentuk pinjaman. Jadi sistim pembayarannya dilakukan pemotongan sebesar limapuluh persen per tiap kali panen.
Tentu saja dengan kondisi seperti ini, para petani garam di Kelurahan Talise, sangat keberatan dan menolak bantuan tersebut karena sistim pengembalian yang sangat memberatkan bagi para petani garam, yang diketahui semuanya adalah korban terdampak bencana (tsunami) di Kota Palu pada 28 September 2018 lalu.
“Kami dari kelompok tani garam talise dengan tegas menolak bantuan tersebut yang menurut kami bukannya membantu meringankan namun malah membebani kami sebab setiap bulan kami diwajibkan melakukan pengembalian sebesar lima puluh persen dari hasil panen,” keluh Sukiman yang mengaku berat untuk menerima bantuan tersebut.
Alasan mereka cukup jelas karena selain mereka harus menyiapkan modal untuk perbaikan tambak, mereka juga harus sedia modal untuk membayar upah buruh. Karena diawal memulai usaha ini, mereka harus melakukan perbaikan total terhadap tambak-tambak mereka yang semuanya hancur total dihantam tsunami.
REDAKTUR : NILA

BACA JUGA  Mei 2019, Inflasi Kota Palu Diatas Nasional

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here