Peringati Hari Remaja se Dunia, BKKBN Bersinergi dengan UNFPA dalam Menekan Usia Perkawinan Anak

0
290

Beragam kegiatan meriahkan hari remaja se dunia yang diselenggarakan di Sulteng. (F-nila)
PALU, Sultengmembangun. com – Antusias para remaja di Kota Palu dalam memperingati hari remaja se dunia tahun 2019. Kegiatan ini diinisiasi oleh UNFPA bekerjasama dengan Pemprov Sulteng, BKKBN Perwakilan Sulawesi Tengah, BNNP Sulteng, Dinkes dan PKBI.

Perayaan hari remaja se dunia kali ini mengangkat tema Transformasi Pendidikan (transformasi education) yang artinya dari yang tidak tahu menjadi tahu dengan tag line
Dari remaja, Oleh Remaja untuk Pembangunan.

Mewakili gubernur Sulteng, Hj. Siti Norma Mardjanu, SH. MSi, MH, Staf Ahli Bidang hukum dan pemerintahan Setdaprov Sulteng, mengapresiasi pelaksanaan hari remaja tahun 2019 yang berlangsung cukup semarak. Dimana antusias para remaja berperan serta dalam memeriahkan kegiatan ini yang dipusatkan di lapangan vatulemo, Kamis (15/8/2019).

Beragam pementasan seni tari tradisionil mewarnai hari remaja se dunia tahun ini.

” Saya dengan bangga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan peran serta para pihak terutama dari UNFPA, BKKBN Sulteng, PKBI dan BNNP Sulteng serta teristimewa kepada sejumlah forum remaja yang ada di Kota Palu atas partisipasinya dalam kreatifitas mensukseskan kegiatan ini. Karena ini merupakan harinya remaja untuk berkreasi dan bangkit dari berbagai keterpurukan pasca bencana di kota palu, sigi dan donggala, ” kata Norma Mardjanu.

BACA JUGA  Maknai Peringatan Harkitnas Sebagai Momentum Sulteng Bersatu

Pernyataan yang sama juga dikatakan Dr. dr. Meilani Hidayat MPh selaku Asisten representatif, sekaligus wakil kepala perwakilan UNFPA Indonesia. Remaja harus diberikan ruang untuk berkreasi dalam mengaktualisasikan dirinya serta memanfaatkan waktunya agar lebih berharga.

Remaja dimana saja punya tantangan yang terkadang sebagian besar datang dari orangtua. Mereka para remaja merasa kurang diberikan perhatian dam ruang sehingga mereka tak dapat mengaktualisasikan dirinya sehingga tak heran jika kemayang kurang memberikan ruang bagi pemuda dalam mengaktualisasikan dirinya.

” Karena itu saya mengajak kita semua untuk memberikan ruang bagi para pemuda dalam perannya mengisi pembangunan di daerah ini. Dan ini merupakan bagian dari komitmen UNFPA. Mari kita bergandeng tangan memberikan ruang bagi remaja agar bisa bersama bangkit lagi dalam mewujudkan Sulteng yang maju dan berdaya saing,” himbau Meilani.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah, Tenny C. Soriton.S.Sos,MM menambahkan bahwa peran remaja dalam pembangunan sangat dibutuhkan terutama dalam menekan angka pernikahan dibawah usia atau perkawinan anak. BKKBN punya program yaitu pendewasaan usia perkawinan.

BACA JUGA  Penyamaan Persepsi dalam Penyusunan Grand Design Kependudukan

Dr. dr. Meilani Hidayat MPh selaku Asisten representatif, sekaligus wakil kepala perwakilan UNFPA Indonesia.
Kami punya program pendewasaan usia perkawinan, dimana kami terus mensosialisasikan program ini dengan menerapkan aturan 21 tahun bagi wanita dan 25 tahun bagi pria. Kami juga menggandeng kanwil kemenag untuk mensosialisasikan program ini. Berharap kedepan program ini bisa melahirkan remaja yang berkualitas dan menyiapkan masa depannya dengan matang. Inilah upaya yang kami lakukan dalam menekan usia perkawinan anak, ” kata Tenny Soriton.

Dalam lintas kesehatan, kata dr. Renny Lamadjido, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, remaja memiliki peran yang sangat penting dalam mengisi pembangunan.
dr. Reni Lamadjido, Kadis Kesehatan Sulteng
” Semoga kegiatan ini bisa memberikan makna yang lebih berarti bagi remaja dalam perannya mengisi pembangunan di daerah ini, ” tandas dr. Reni yang turut serta menyaksikan beragam rangkaian kegiatan dalam mewarnai perayaan hari remaja se dunia tahun 2019 diantaranya ada performance pentas seni, teater dan band, Peluncuran aksi dan komitmen remaja dalam pembangunan di Sulawesi Tengah. Selain itu juga ada penandatanganan komitmen bersama dibentangan spanduk sebagai bentuk sinergitas dalam menekan pernikahan anak.(NP)

BACA JUGA  Pandemi C-19 Tidak Membuat Pelayanan Hukum dan Sosial Kejati Sulteng Mati Suri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here