Perangi Hoax, Masyarakat Diminta Cerdas Menanggapi Berita di Medsos

0
178

Farida Lamarauna, Kadis Dinas Kominfo, Persandian dan Statistik Provinsi Sulawesi Tengah.

PALU, Sultengmembangun.com – Cerdas dalam menerima setiap informasi dan cerdas dalam bermedia sosial. Itulah yang diharapkan oleh Dinas Kominfo Sulteng dalam menghindarkan masyarakat dari jeratan atas pelanggaran UU ITE.
Sebab bila kita tidak cerdas dalam menyikapi informasi yang disajikan di beberapa media sosial, yang belum tentu bisa diyakini kebenarannya, maka hal itu akan berdampak buruk bagi kita. Karena berita semacam itu bisa dikategorikan sebagai berita hoaks.

Olehnya itu, Pemerintah Daerah dalam hal ini Gubernur melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Sulteng mengajak seluruh lapisan masyarakat di Sulawesi Tengah untuk bersama-sama memerangi berita hoaks. Karena dikhawatirkan, jangan sampai berita hoaks itu bisa memecah belah persatuan di masyarakat yang selama ini sudah terjaga dengan baik, ujar Farida Lamarauna, Kepala Dinas Kominfo, Persandian dan Statistik Provinsi Sulawesi Tengah ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/7/2019).

Faridah mengatakan pemberitaan hoax akhir-akhir ini makin marak. Karena itu dihimbau kepada masyarakat Sulawesi Tengah untuk lebih jeli dalam menerima setiap informasi yang diberitakan di media sosial. Apalagi ketika beritanya sudah viral, justru hal semacam itulah yang patut diwaspadai dan harus dicari tahu dulu kebenarannya.

BACA JUGA  Gubernur : Satu Pasien di RSUD Undata Positif Corona

Dan sebagai masyarakat, kita harus lebih peka dan memahami penyebaran berita hoaks tersebut .Tentunya kami dari Dinas kominfo Sulteng sebagai corong dari Pemerintah Daerah, terus mewanti-wanti ini jangan sampai kita dijebak karena pelanggaran terhadap UU ITE, ” himbaunya.

Dinas kominfo, Persandian dan Statistik Sulteng, lebih intens dalam memerangi berita hoaks. Dan mengajak masyarakat untuk memerangi berita hoaks.

“Jadilah masyarakat yang cerdas dengan memberikan informasi yang dijamin kebenarannya serta bisa dipertanggungjawabkan,” tandasnya.

Dan kepada generasi milenial, pihaknya berpesan agar lebih kritis dalam menerima setiap informasi, jangan mudah percaya terhadap pemberitaan yang didengar atau yang didapatkan di media sosial, yang belum bisa diiyakini kebenarannya.

Terlebih lagi atas pemberitaan yang sampai berani menjust seseorang yang mengarah pada pencemaran nama baik. Hal semacam ini harus dianalisa dulu, dan jangan langsung diterima mentah begitu saja. Dicari tahu dulu kebenaran informasinya. (andre)
Editor : NILA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here