Penyerangan KKB Papua, Tim Independen Ungkap Hasil Investigasi di Nduga

0
200

Penyerangan KKB Papua, Kronologi Baku Tembak hingga Korban KKB Tewas dan Anggota TNI .(dok. Kompas)

MEDAN – Sultengmembangun. com- Tim investigasi independen mengungkapkan hasil temuannya di lapangan selama operasi pengejaran aparat terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB), di Kabupaten Nduga, Papua.

Pengejaran tersebut dilakukan setelah terjadi penembakan kelompok KKB terhadap pekerja PT Istaka Karya di daerah tersebut, pada Minggu (2/12/2018).

Anggota Tim Investigasi Theo Hasegem menuturkan masyarakat terpaksa mengungsi karena rumahnya rusak hingga dihantui rasa takut menjadi korban.

“Masyarakat setempat kehilangan tempat tinggal karena rumah-rumah mereka ikut hancur ketika militer melakukan pengejaran terhadap anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB),” ungkap Theo saat konferensi pers di kantor Amnesty International Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (29/3/2019), sebagaimana yang dilansir dari Tribun Medan
com.

“Tidak hanya itu, warga juga terpaksa meninggalkan rumah-rumah mereka di beberapa distrik karena khawatir akan menjadi korban dari operasi tersebut,” lanjut dia.

Menurut data tim investigasi, terdapat sekitar puluhan ribu pengungsi akibat operasi tersebut.

BACA JUGA  Tsunami Selat Sunda: Mengapa Tidak Terprediksi?

Rinciannya, terdapat 4.276 pengungsi di Distrik Mapenduma, 4.369 pengungsi di Distrik Mugi, 5.056 pengungsi di Distrik Jigi, 5.021 pengungsi di Distrik Yal, dan 3.775 pengungsi di Distrik Mbulmu Yalma.

Kemudian, pengungsi juga tersebar di Distrik Kagayem sebanyak 4.238 jiwa, Distrik Nirkuri sebanyak 2.982 jiwa, Distrik Inikgal sebanyak 4.001 jiwa, Distrik Mbua sebanyak 2.021 jiwa, dan Distrik Dal sebanyak 1.704 jiwa.

Para pengungsi yang terdiri dari anak-anak, ibu-ibu, dan lansia, kata Theo, mengungsi ke hutan dan bersembunyi di gua.

Ibu-ibu yang mengungsi juga dikatakan ada yang melahirkan di hutan sehingga kesulitan mengakses pertolongan medis.(tribun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here