oleh

Penyamaan Persepsi dalam Penyusunan Grand Design Kependudukan

Rapat fasilitasi penyusunan Grand Design pembangunan kependudukan dan perumusan kebijakan dan strategi perencanaan pembangunan daerah tingkat provinsi Se-Sulteng, yang berlangsung 2 hari di Hotel Kawanan, Palu. (F-nila)

PALU, Sultengmembangun. com – Pembangunan kependudukan memiliki masalah dan tantangan yang cukup berat baik dari sisi kuantitas, kualitas, mobilitas dan administrasi kependudukan.

Karena itu, dibutuhkan penyusunan grand design pembangunan kependudukan mulai dari tingkat pusat, provinsi hingga ketingkat kabupaten/kota. Mengingat jumlah penduduk yang besar tidak berimbang dengan mutu sumber daya manusia yang memadai. Hal itu ditandai dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita berada pada urutan ke 121 dari 187 negara. Ditambah lagi beberapa indikator lainnya, dimana terlihat angka kematian yang masih tinggi, tingkat pendidikan masih rendah dan jumlah penduduk miskin yang masih besar.

Demikian inti sambutan Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, Tenny C. Soriton saat membuka kegiatan fasilitasi penyusunan Grand Design pembangunan kependudukan dan perumusan kebijakan dan strategi perencanaan pembangunan daerah tingkat provinsi Kabupaten/Kota se- Sulawesi Tengah tahun 2019, Jumat (29/3/2019), di Hotel Lawahba Palu.

BACA JUGA  Gunakan Dana Desa untuk Kesejahteraan Rakyat

Kegiatan ini diikuti oleh pejabat teknis Eselon 3 dan 4 dari dinas PPKB Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah, berlangsung dua hari diharapkan dapat meningkatkan peran dari para peserta dalam penyusunan grand design pembangunan kependudukan (GDPK) guna mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan berkualitas.

Sejalan dengan tujuan dilaksanakan kegiatan ini, kata Rosalina Kendek Mangande selaku Ketua Panitia kegiatan ini, mengharapkan agar GDPK bisa menjadi pedoman dan dokumen penting dalam perencanaan pembangunan didaerah dengan menyusun road map pembangunan kependudukan.

Dalam penyusunan GDPK lebih memprioritaskan pada 5 aspek utama pembangunan kependudukan yakni grand design pengendalian kuantitas penduduk, grand design peningkatan kualitas penduduk, grand design pengarahan mobilitas penduduk, grand design pembangunan keluarga dan grand design pembangunan data base kependudukan.

Tenny menambahkan belum adanya persepsi atau pemahaman tentang penting dan strategisnya program Kependudukan dan Keluarga di Sulawesi Tengah sehingga melalui pertemuan ini, diharapkan adanya komitmen dari para peserta dalam menyusun grand design pembangunan kependudukan dan perumusan kebijakan dan strategi perencanaan pembangunan di daerah.
“Penyatuan persepsi atau pemahaman tentang pentingnya menyusun strategi program kependudukan dan keluarga berencana dan keluarga sejahtera. Sejalan dengan tujuan pembangunan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga dan menyiapkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing, ” ujar Tenny.
Bidang kesejahteraan rakyat perlu dirumuskan dalam rancangan induk pembangunan kependudukan.
Karena itu, grand design ini diharapkan dapat memberikan arah pelaksanaan pengendalian lima pilar pengendalian penduduk nasional dari tahu 2010-2035.
“Grand design ini dapat membangun komitmen para pemangku kepentingan dan penentu kebijakan tentang pentingnya upaya pengendalian kuantitas penduduk bagi keberhasilan program. Dan rancangan induk ini bisa menjadi pedoman bagi pemerintah daerah khususnya ditingkat kabupaten/kota dalam menyusun perencanaan pembangunan yang berwawasan kependudukan, ” kuncinya. (cr)
REDAKTUR : NILA

BACA JUGA  Bahas Rancangan Pergub Patujua tentang Penurunan Angka Perkawinan Anak, BKKBN Sulteng Bersinergi Bentuk Tim Terpadu

Komentar

News Feed