oleh

Penguatan Kelembagaan Melalui Sosialisasi dan Koordinasi Dalam Mewujudkan Program Patujua

Sosialisasi dan koordinasi program patujua di selenggarakan Dinas P2KB Sulteng. (F-nila)

PALU, SM.Com
– Masalah kemiskinan menjadi salah satu penyebab terjadinya perkawinan anak.
Karena itu, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ( P2KB) secara intens melakukan sosialisasi terutama dikalangan generasi muda, yang menjadi target utama dalam program pencegahan perkawinan anak.

” Perkawinan anak menjadi masalah bersama. Karena itu melalui Patujua, mari kita cegah perkawinan anak yang keberadaannya sangat merugikan bagi para remaja serta menimbulkan dampak buruk terutama dalam tumbuh kembang anak,” ujar Kepala Dinas P2KB Provinsi Sulawesi Tengah, Drs.Moh.Nizam,MH, saat membuka sosialisasi dan koordinasi cegah nikah dini melalui penguatab integrasi program Patujua, Selasa (8/12/2020), di Aula Kantor Dinas P2KB Sulteng.

Patujua dalam bahas kaili artinya kesepakatan dalam mencapai satu tujuan. Program.patujua merupakan program integrasi dengan sistem yang terdiri dari managemen dan strategi, pengembangan informasi dan monitoring, evaluasi di Sulawesi Tengah.

” Untuk itu, Patujua menjadi wadah bagi kita dalam upaya mencegah perkawinan anak yang seyogyanya dapat kita lakukan secara bersinergi dengan OPD terkait,” kata Moh.Nizam disela sosialisasi yang berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan.

Sesuai dengan tujuan dari program patujua ini adalah upaya percepatan penurunan angka perkawinan anak dan mencegah terjadinya perkawinan anak.

BACA JUGA  Dinyatakan Positif Covid 19, Gubernur dan Wagub Sulteng Jalankan Pemerintahan Secara WFH

Maka dibutuhkan peran Pemda, OPD terkait, para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, peran orang tua, keluarga dan pemangku kepentingan.

” Tentunya melalui sosialisasi dan koordinasi seperti ini, kita harapkan ada penguatan yang terintegrasi dalam mencapai sebuah kesepakatan bersama, sebuah tujuan yaitu bersama mencegah terjadinya perkawinan anak,” jelas Nizam.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, Dra.Maria Ernawati, MM dalam materinya memaparkan secara jelas tentang Program Patujua.

Program integrasi patujua ini merupakan satu sistem yang dikembangkan meliputi regulasi yang digawangi oleh dinas P2KB untuk membuat satu pergub terkait perkawinann anak.

Dalam perkembangannya, Patujua Ini meliputi managemen dan strategi, pengembangan IT dan Monitoring. ” Dengan patujua kita berharap upaya kita dalam mencegah terjadinya perkawinan anak bisa tercapai,” jelas Maria Ernawati.

Berdasarkan data Susenas, dari semua perkawinan yang terjadi, ada sekitar 58,97 persen adalah perkawinan wanita dibawah usia 20 tahun. Dan melihat data SDKI, pada kelompok umur 15-19 tahun, anak yang dilahirkan pada kelompok umur ini masih cukup tinggi.

BACA JUGA  Pegawai BKKBN harus Bisa Berperan Sebagai Humas

” Maka sangat jelas bahwa dari data diatas, perkawinan anak menimbulkan beragam persoalan sosial seperti stunting/ anak lahir dalam keadaan kurang gizi, angka putus sekolah meningkat, terjadi KDRT dan beragam persoalan sosial lainnya,” ungkap Erna.

Karena itu, kita duduk bersama disini membahas satu konsep yaitu Patujua yang intinya melakukan upaya pencegahan perkawinan anak.

Dari sisi agama, untuk saat ini Perkawinan anak juga tidak diperbolehkan. Demikian dikatakan oleh Drs. H.Akbar Sidik,MH dari Kementrian Agama yang mengangkat materi tentang Pernikahan anak dalam persefektif agama

Menikah di usia muda atau pernikahan dini (perkawinan di bawah umur) adalah perkawinan yang dilakukan sebelum usia 19 tahun bagi laki-laki dan sebelum usia 16 tahun bagi perempuan.

Namun yang jelas bahwa agama juga tidak membenarkan perkawinan di usia muda. Banyak hal yang dapat dilakukan dalam mencegah perkawinan anak, salah satunya memberikan edukasi terhadap anak dan masyarakat luas tentang bahaya menikah di usia muda . Selain itu penting juga mempertegas payung hukum dari pemerintah mengenai risiko menikah muda. (NL)

BACA JUGA  Gubernur Harapkan Peran Pengurus FKUB Sulteng Dalam Menjaga Kerukunan Umat

Komentar

News Feed