oleh

Pilih Prodi Masuk di PTN Ditentukan Hasil Tes

Wakil Rektor Bidang Akademik : Prof. Dr.Sutarman Yodo,SH.MH selaku penanggungjawab SNMPTN di Untad yang
didampingi Rudy Gosal,SE.M.Si (Kepala Biro BAKP) dan Dr.Darsikin,M.Si (Koord. Kehumasan SNMPTN) saat press confrence terkait pelaksanaan seleksi masuk di PTN Universitas Tadulako.(F-Nila)

PALU, Sultengmembangun.com – Sistim seleksi nasuk perguruan tinggi nasional tahun 2019 ini secara signifikan mengalami banyak perubahan. Salah satunya adalah pelaksanaan tes masuk perguruan tinggi nasional yang semuanya berbasis komputer sehingga tidak satupub legalitas yang berbasis dokumen. Karena itu, seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia termasuk Universitas Tadulako (Untad) harus mampu menyiapkan unit komputer untuk kepentingan SBMPTN di Universitas Tadulako.
“Guna memenuhi persyaratan tersebut, Alhamdulillah Untad sudah menggandeng 6 (enam) SLTA/SMK yang ada di Palu dalam rangka memenuhi pelaksanaan tes melalui sistim SBMPTN yang berbasis komputer, ” jelas Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr.Sutarman Yodo,SH.MH selaku penanggungjawab SNMPTN pada press confrence yang berlangsung Selasa (12/2/2019), bertempat di ruang Cef-Inap lantai III gedung rektorat Untad.
Terkait dengan sistim masuk ke PTN khususnya di Untad, terjadi pengurangan kuota pada SNMPTN. Dan pengurangan kuota ini didasari atas hasil pengembangan
dan penelitian diberbagai perguruan tinggi negeri bahwa ternyata lulusan SNMPTN itu selalu kalah bersiang dengan lulusan SBMPTN. “Kalau tahun lalu kuota SNMPTN sebanyak 30 persen sekarang hanya diberikan kuota sebesar 20 persen saja,” kata Dr.Darsikin,M.Si selaku Koordinator Kehumasan SNMPTN.
Olehnya itu, ini kesempatan bagi seluruh SLTA dan SMK yang ada di Sulteng ini untuk
memanfaatkan kuota yang sangat terbatas ini dan segera mendaftarkan siswa-siswinya melalui jalur SNMPTN.
Perlu diketahui bahwa pihak PTN sudah menentukan penerimaan siswa berdasarkan akreditasi masing-masing sekolah dengan pembagian kuota untuk akreditasi A =40 persen, akreditasi B=25 persen dan akreditasi C= 5 persen.
Dan yang tak kalah pentingnya lagi untuk diketahui oleh adik-adik kita para lulusan SLTA dan SMK atau sederajat, bahwasanya pada sistim SBMPTN, setiap calon mahasiswa harus mengikuti tes baru bisa memilih prodi.
” Jadi sekarang sistimnya calon mahasiswa harus mengikuti tes dulu untuk mengetahui seberapa besar nilai yang didapatkan dari hasil tes itu. Setelah nilai tesnya sudah diketahui, barulah mendaftar prodi atau memilih fakultas mana yang pantas dengan mengacu pada kesesuaian hasil tesnya. Namun dalam hal ini, setiap calon mahasiswa diberikan dua kali kesempatan untuk mengikuti tes dengan maksud untuk melihat nilai tertinggi dari hasil tes dalam rangka penentuan prodi,” ujar Darsikin sembari menambahkan bahwa pihak PTN menyediakan pelaksanaan sebanyak 20 kali tes.
Untuk itu diharapkan kepada para calon mahasiswa untuk memahami adanya perubahan sistim pada seleksi SBMPTN ini karena sekarang penentuan prodi didasari oleh penilaian dari hasil tes yang dilakukan oleh mahasiswa. *(nila)
REDAKTUR : NILAWATI

BACA JUGA  Rakerprov IMI Sulteng : IMI Tingkatkan Perannya dalam Mengisi Pembangunan

Komentar

News Feed