Pencapaian Program KKB di Sulteng 2015-2019, Mendapat Rapor Merah

0
149

Dwi Listya Wardani

PALU, Sultengmembangun.com – Gubernur Sulawesi Tengah, Drs.H.Longki Djanggola, MSi secara resmi melantik Dra.Maria Ernawati,MM sebagai Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng. Prosesi pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan berlangsung Jumat (25/01/2020) di Gedung Pogombo.

Sebelumnya Deputi Bidang KB dan Kesehatan Reproduksi Dr. Dwi Listyawardhani, M.Sc BKKBN Pusat mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah berkenan untuk menerima dan melantik kepala perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah serta sangat mengapresiasi dukungan Gubernur terhadap Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga di provinsi ini.

Dalam Pemilihan Kepala Perwakilan, BKKBN Sulteng, kata Dwi Listya Wardani, dilakukan melalui uji kompetensi dan seleksi terbuka guna mendorong terbangunnya sistem merit yang menjunjung tinggi pemenuhan aspek kualifikasi, kompetensi, dan kinerja, guna menjamin regenerasi leadership, menyangga struktur organisasi, serta mengoptimalkan pencapaian program kerja BKKBN secara menyeluruh.
” Sehingga dapat dikatakan bahwa kepala perwakilan yang terpilih sudah merupakan orang yang tepat pada jabatannya.
Saya sangat menyadari tugas BKKBN ke depan sangat berat dan tahun 2019 adalah tahun keprihatinan,” ujar Dwi Listya.
Berdasarkan hasil Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program (SKAP) tahun 2019, pencapaian sasaran program Kependudukan dan Keluarga Berencana pada akhir tahun RPJMN 2015-2019 banyak nilai merahnya, salah satunya adalah dari target Total Fertility Rate (TFR) 2,28 pencapaian yang diperoleh secara nasional adalah 2,45.

BACA JUGA  Tidak ada Anggaran, Sulteng Masuk Kategori Lima Besar Darurat Narkoba

BKKBN terus berjuang untuk menguatkan kembali program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga untuk meningkatkan kualitas penduduk dan sumber daya manusia Indonesia.
Karena itu, diperlukan sinkronisasi, harmonisasi dan program antara Pusat dan Daerah dalam menyusun perencanaan pembangunan yang tepat. Salah satunya, adalah dengan menyusun Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) sesuai Perpres 153 Tahun 2014. Didalam GDPK harus sinergi antara sektor Kesehatan, Sosial, Tenaga Kerja, Dukcapil, dan Pembangunan Keluarga. GDPK bisa dipakai sebagai panduan bagi para pengelola maupun pemangku kepentingan pada pemerintah daerah dalam mengintegrasikan kebijakan, sasaran dan program kependudukan ke dalam RPJMD, sehingga pembangunan kualitas manusia telah memiliki roadmap yang benar.

Selain itu, tahun 2020 program yang besar dan membutuhkan dukungan dari semua pihak adalah Pendataan Keluarga (PK) 2020, untuk membuat basis data keluarga Indonesia berdasarkan by name by address yang selanjutnya menjadi sasaran intervensi program pembangunan yang dapat ditelusuri dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa, sampai dengan tingkat RW/RT.
Selanjutnya, BKKBN juga tetap melakukan Percepatan dan Optimalisasi Kampung KB yang merupakan amanat presiden untuk membangun kampung yang sehat, mandiri dan sejahtera.
” Saya ucapkan selamat kepada Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah yang baru dilantik, serta kepada seluruh keluarga yang mendampingi perjuangan hingga mencapai posisi penting dan strategis sekarang. Ini adalah amanah yang besar, untuk itu Saya minta, tetaplah membangun jaringan baik secara vertikal maupun horizontal, kembangkanlah terus pengalaman kerja yang unggul dan tangguh, merespon perubahan secara cepat, berikanlah solusi nyata bagi setiap permasalahan di lingkungan kerja, bukan hanya pada proses semata.
Responlah kebutuhan kinerja, kebutuhan organisasi dan bahkan kebutuhan masyarakat secara cepat, untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi dalam program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga,” tutupnya.(widya)

BACA JUGA  Remaja Sebagai Ujung Tombak Penentu Keberhasilan Bonus Demografi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here