Pencanangan Sistem Informasi Tanggap Bencana

0
132

Asisten Administrasi Ekonomi dan Pembangunan Setda Prov.Sulteng Dr.Ir.Bunga Elim Somba,M.Sc saat Pencanangan Sistem Informasi Tanggap Bencana (Sitaba).(F-humas)

PALU, Sultengmembangun.com – Bencana 28 September 2018 yang melanda Wilayah Padagimo lebih dari setahun lalu telah memberi pelajaran berharga bagi bangsa dan daerah kita akan pentingnya kesiapsiagaan dan kewaspadaan karena kita hidup di kawasan rawan bencana. Hal ini disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Administrasi Ekonomi dan Pembangunan Setda Prov.Sulteng Dr.Ir.Bunga Elim Somba,M.Sc saat Pencanangan Sistem Informasi Tanggap Bencana (Sitaba) bertempat di Ruang Polibu, pekan lalu.

Sistem Informasi Tanggap Bencana (Sitaba) merupakan produk Kementerian PUPR yang diperuntukkan verifikasi data rehabilitasi dan rekonstruksi Pasca Gempa, Tsunami dan Likuifaksi di Sulawesi Tengah serta Wilayah dan akan diterapkan di wilayah Indonesia yang terkena bencana.

Ketiadaan sistem informasi bencana yang reliabel dapat membuat kesemrawutan penanganan bencana seperti data korban yang simpang siur, informasi kebutuhan pengungsi jadi tidak jelas, tindakan medis kepada korban yang terlambat, penyaluran bantuan tidak sesuai dan lain sebagainya.

BACA JUGA  Baliho Kemenangan Prabowo - Sandi Terpajang Megah

Ia pun memandang perlu sebuah sistem informasi bencana alam yang terintegrasi dengan sistem e-government pemerintah daerah dan juga memenuhi ketentuan-ketentuan internasional dalam hal strategi pengurangan resiko bencana yang mencakup 4 hal pokok yaitu, tahap tanggap darurat; tahap rehabilitasi dan rekonstruksi; tahap preventif dan mitigasi; dan tahap kesiapsiagaan.

Selanjutnya Gubernur berharap semoga sistem informasi ini dapat digunakan sebagaimana mestinya dan tidak dimubazirkan sebab dalam pengembangannya sudah pasti menyedot anggaran negara yang tidak sedikit sehingga harus dipertanggungjawabkan secara akuntabel dan transparan,”kiranya pihak Pusdatin PUPR tidak melepas begitu saja sistem informasi ini kepada kami di daerah tanpa disertai proses alih teknologi berupa pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan kepada para operator yang menggunakan, sampai mereka mahir dan menguasai seluk beluk fungsionalitas sistem informasi tanggap bencana ini”,pungkasnya.

Menteri PUPR diwakili Staf Ahli Menteri Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Ir.Achmad Gani Ghazali,M.Eng,SC menyampaikan bahwa untuk pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana khususnya di Provinsi Sulawesi Tengah, diperlukan sistem informasi agar pelaksanaannya dapat terpantau, efektif dan efisien,”Oleh karena itu merupakan suatu kebanggaan bagi kita semua bahwa Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian PUPR dapat bekerjasama dan bersinergi dengan Pusat Data dan Informasi Bencana (Pusdatina) Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam membangun suatu sistem informasi untuk mendukung pemantauan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di Provinsi Sulawesi Tengah”,tuturnya.

BACA JUGA  Pensiunan PNS Bisa Terima BLT

Nampak hadir Kasatgas Penanggulangan Bencana PUPR Sulawesi Tengah Arie Setiadi Moerwanto, Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Sekjend PUPR Ir.Nicodemus Daud,M.Si, Perwakilan Danrem 132/Tadulako, Para Kalak BPBD Wilayah Padagimo dan Para OPD terkait.(NP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here