oleh

Penanganan Covid di Buol Dinilai Tidak Maksimal hingga Jumlah PDP Positif Terus Bertambah

Haris Kariming
PALU, Sultengmembangun.com – Angka kasus baru positif Covid-19 di Sulawesi Tengah akan terus mengalami penambahan karena penanganan yang dilakukan oleh gugus tugas covid 19 di Buol tidak.maksimal dan terkesan amburadul.

Olehnya disarankan kepada Dinas Kesehatan Sulteng atau Satgas covid 19 Sulteng untuk turun langsung kalau perlu ambil alih penanganan khusus bagi mereka yang di karantina di rusunawa, biar satgas Buol lebih fokus melakukan tracking ke masyarakat.

“Karena bila dibiarkan seperti ini, saya yakin jumlah PDP Covid 19 di Kabupatan Buol akan terus meningkat,” ujar Haris Kariming, Selaku Juru Bicara Pusdatina Covid 19 Sulteng.

Pada awalnya, kita tahu di Buol hanya ada 12 kasus yang positif terpapar Covid-19 dan sudah menjalani perawatan, 7 diantaranya di isolasi dan dirawat di Rusunawa Pemkab Buol, 4 di RSUD Toli-Toli sementara 1 lainnya di Rs Anutapura Palu.

Angka Covid tertinggi di Sulawesi Tengah sendiri berasal dari Buol yakni 44 orang.

Menurut Haris, Jumlah ini diprediksi akan terus bertambah jika tidak ditangani secara profesional.

BACA JUGA  Tindaklanjuti Surat Mendagri, Proses Pemeriksaan Anggota DPRD Sulteng, Yahdi Basma dari Terlapor Bakal Jadi Tersangka

” Karena selama ini, penanganan yang dilakukan oleh gugus tugas satgas buol saya kira tidak maksimal dan trkesan amburadul,” tandasnya.

Kenapa begitu, karena pasca sopir bus yang membawa rombongan JT dinyatakan positif covid maka di lakukan trecking dan rapid tes. Dari hasil tracking ada sekitar 73 orang dibawa untuk di karantina di Rusunawa, setelah di rusunawa dilakukan SWAB swab pertama dinyatakan positiv 1 orang,
dilakukan Swab ke 2 dinyatakan positiv 3
orang SWab je 3 bertambah 5 yg positiv
SWab ke 4 bertambah lagi 10
Swab ke 5 bertambah 9

Yang pada akhirnya, jumlah mereka kian bertambah, karna dari awal yang hasil Pemeriksaanya positiv covid, satgas gugus tugas tidak memisahkan antara yang positif covid dengan yang baru positif rapid, tapi mereka yang positivmf masih digabung dan dikarantina di satu tempat yang sama yakni di RUSUNAWA.

Seharussnya dari awal satgas covid ambil tindakan untuk mengisolasi yang dinyatakan positif tapi ternyata tetap digabungkan. Karena itu, tidak perlu heran kenapa jumlahnya kian meningkaat karena yang sudah positif covid berbaur dengan yang lainnya.
Sementara mereka di rusunawa melaksanakan sholat 5 waktu dan melaksanakan sholat tarwih berjamaah. Dan seperti itu kondisi mereka yang dikarantina di rusunawa.

BACA JUGA  Dengan Budaya Kerja Uta Kelo, BKKBN Sulteng Masuk Kategori Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi

Dan yang lebih mirisnya lagi di pintu masuk rusunawa hanya di jaga 2 orang POL PP. Makanya keluarga dan kerabat yang menjalani karantina masih bebas keluar masuk untuk menjenguk.

Dan yang lebih parah lagi, yang dijenguk menggunakan masker namun yang datang menjenguk tidak pakai masker. Hal itulah yang membuat mereka yang menjalani karantina stres. Dan itu wajar, mereka stres karena penanganan dan pelayanan di rusunawa tidak maksimal. Terlalu banyak hal yang mereka sesalkan terhadap kinerja satgas gugus tugas covid Buol, ungkap Haris.

Komentar

News Feed