oleh

Pemkab Donggala melaksanakan Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Tahun 2023

SULTENGMEMBANGUN.COM, Donggala – Kepala Bappeda provinsi Sulawesi tengah, yang diwakili oleh Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Dr. Irwan, S.Pd., M.Si hadir untuk menjadi narasumber pada Rembuk Stunting yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Donggala, pada (13/09/2023).

Kegiatan yang bertemakan “Strategi Konvergensi Penanggulangan dan Pencegahan Stunting Tingkat Kabupaten Donggala Tahun 2023” dan sub tema “Menuju Keluarga Bebas Stunting untuk Indonesia Maju” yang bertempat di Ruang Rapat Kasiromu Kantor Bupati Donggala.

Pada kesempatan tersebut, beliau menyampaikan bahwa pelaksanaan Rembuk Stunting merupakan suatu langkah penting yang harus dilakukan pemerintah daerah untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting dilakukan secara terintegrasi antara OPD penanggung jawab layanan dengan sektor/lembaga non-pemerintah dan masyarakat, serta untuk memperkuat komitmen pimpinan daerah terhadap upaya percepatan penurunan stunting yang bertujuan untuk :

Menyampaikan hasil Analisis Situasi dan Rancangan Rencana Kegiatan intervensi penurunan stunting kabupaten/kota terintegrasi.

Mendeklarasikan komitmen pemerintah daerah dan menyepakati rencana kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi.

Membangun komitmen publik dalam kegiatan penurunan stunting secara terintegrasi di kabupaten/kota

BACA JUGA  Angka Stunting Donggala Turun Menjadi 26 Persen

Beliau juga mengharapkan bahwa hasil dari rembuk stunting ini agar dapat terpenuhinya:

Komitmen penurunan stunting yang ditandatangani oleh Bupati Donggala, DPRD Kabupaten Donggala, para kepala desa, para pimpinan OPD dan perwakilan sektor non pemerintah dan masyarakat.

Rencana kegiatan intervensi gizi terintegrasi penurunan stunting yang telah disepakati oleh lintas sektor untuk dimuat dalam RKPD/Renja OPD tahun berikutnya.

Sesuai dengan Perpres Nomor 72 Tahun 2021, Pelaksanaan Percepatan Penurunan Stunting mengacu pada 5 (lima) pilar Utama, yaitu:

Peningkatan Komitmen & Visi Kepemimpinan di Kementerian & Lembaga, Pemda Provinsi, Pemda Kabupaten/Kota & Pemerintah Desa;

Peningkatan Komunikasi Perubahan Perilaku dan Pemberdayaan Masyarakat;

Peningkatan Konvergensi Intervensi Spesifik & Sensitif di Kementerian/ Lembaga, Pemda Provinsi, Pemda Kab/Kota & Pemerintah Desa;

Peningkatan Ketahanan Pangan & Gizi Pada Tingkat Individu, keluarga dan Masyarakat;

Penguatan & Pengembangan Sistem Data, Informasi, Riset & Inovasi.

yang mana dari kelima pilar tersebut menghasilkan intervensi spesifik dan sensitif, yang berarti Intervensi Spesifik adalah intervensi yang menyasar penyebab langsung terjadinya stunting.  Intervensi ini semuanya ada di sektor Kesehatan, sementara intervensi sensitive adalah intervensi yang menyasar penyebab tidak langsung terjadinya stunting, yang pelaksanaannya sebagian besar ada di luar sektor Kesehatan.

BACA JUGA  Tautkan Berita Bupati Donggala Cs Terkait Korupsi TTG di Medsos, Ahmad Muhsin Dilaporkan ke Polisi

Sementara itu, data Prevalensi Stunting Kabupaten donggala tahun 2022, terbilang masih jauh dari target. Data SSGI Tahun 2021 sebesar 29,5% dan data Tahun 2022 32,4% meningkat sebesar 2,9%. Berdasarkan data tersebut, diharapkan agar semua pihak dari semua elemen masyarakat kabupaten donggala secara bersama bekerja keras dalam percepatan penurunan angka stunting sesuai dengan target yang telah ditentukan.

Pelaksanaan Rembuk Stunting ini dihadiri oleh Wakil Bupati Donggala, Sekretaris Kabupaten Donggala, Kepala Bappeda Kab. Donggala, Kepala dan Pejabat Lintas OPD Kab. Donggala, serta Unsur TNI/Polri.***

Komentar