Pemerintah Francis Sumbang 16 Miliar untuk Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana

0
159

Gubernur Sulteng, H. Longki Djanggola menyaksikan Penandatanganan berita acara penyerahan bantuan dari Pemerintah Francis untuk Masyarakat Sulteng yang disalurkan melalui NGO. (F-humprov)

PALU, Sultengmembangun. com – Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djanggola, M.Si, menerima kunjungan Duta Besar Francis Untuk Indonesia, Jean Charles Berthonnet, di ruang kerja gubernur Sulteng, Selasa (7/5/2019).

Pada pertemuan itu, pihak Kedubes Francis bermaksud menyerahkan bantuan dana pengadaan Mangrove yang akan ditanam di sepanjang pesisir Teluk Palu sekaligus memberikan bantuan bagi para nelayan yang terdampak Bencana di Sulawesi Tengah dengan dana bantuan sebesar 1 Juta Euro atau 16 M.

Penyerahan bantuan tersebut, diserahkan langsung oleh Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Jean Charles Berthonnet, didampingi Parlemen Prancis Mrs. Anne Genetet serta disaksikan para anggota parlemen Francis. 

” Bantuan dari Francis  disalurkan Lembaga Keuangan Prancis AFD disalurkan melalui NGO Francis yang bermitra dengan NGO Indonesia sebagai pelaksana Proyek Bantuan,” jelas Gubernur Longki.

Pada Kesempatan Itu Duta Besar Prancis Jean Charles Berthonnet menyampaikan rasa pedulinya atas kondisi masyarakat yang terdampak bencana di Sulteng beberapa waktu lalu.

BACA JUGA  Status Kebencanaan di Sulteng Butuh Dukungan Negara Luar

” Bantuan ini kami berikan dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana tsunami, likuifaksi dan gempa bumi. Sebelumnya juga dari pihak kedubes Francis memberikan bantuan berupa penyediaan sarana air bersih untuk masyarakat disejumlah titik pengungsian, ” ungkap Jean Charles Berthonnet.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sulawesi Tengah H. Longki Djanggola, menyampaikan ucapan terimakasih atas kunjungan serta bantuan dari kedubes Francis.

” Atas nama pemda dan masyarakat Sulteng, kami sangat berterimakasih kasih atas semua bantuan yang telah diberikan oleh Pemerintah Francis dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi masyarakat Sulteng yang terdampak bencana pada 28 September 2019,” tutur Longki dihadapan para perwakilan Pemerintah Francis yang telah mewakilkan dubes nya untuk menyerahkan bantuan tersebut kepada pemda provinsi Sulawesi Tengah.

Terkait dengan penyaluran bantuan tersebut, pihak Pemda Sulteng akan melakukan monitoring agar bantuan tersebut bisa tepat sasaran dan tepat guna.

” Makanya perlu adanya penyusunan rencana aksi yang harus dibuat oleh pihak NGO melalui kajian observasi agar tidak terjadi tumpang tindih terhadap penyaluran bantuan di masyarakat terutama para nelayan kita yang sampai saat ini masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak dalam rangka membantu pemulihan ekonomi mereka,” urai Longki seraya menyampaikan bahwasanya nelayan di teluk palu juga butuh dukungan berupa pengadaan tempat tinggal atau hunian bagi para nelayan.
REDAKTUR : NILA

BACA JUGA  BPJS Tenaga Kerja Keluhkan Kurangnya Kepedulian Pelaku Usaha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here