oleh

Paslon 02 Cagub H.Rusdi Mastura Dilaporkan ke Bawaslu Terkait Kasus Fitnah terhadap Paslon 01

Tim hukum paslon 01 menggelar jumpa pers terkait fitnah yang dilakukan oleh H.Rusdi Mastura sebagai paslon cagub 02.(F-nl)

PALU, SM.Com – Terkait dengan penebaran fitnah terhadap Paslon 01 H.Hidayat Lamakarate yang dilakukan oleh Paslon 02 Cagub Sulteng, H.Rusdi Mastura, pada saat kampanye di Desa Lemusa, Kab.Parigi Moutong, maka Tim Kuasa Hukum Paslon 01 secara resmi telah melaporkan kasus tersebut ke pihak Bawaslu Sulteng.

” Kami dari tim Kuasa hukum paslon 01, sudah melaporkan kasus tersebut ke Bawaslu dengan bukti berupa video orasi Paslon 02, H.Rusdy Mastura pada saat kampanye di desa Lemusa, Parigi Moutong,” kata Faisal H.Saing, SH selaku Tim Kuasa Hukum Paslon 01, saat menggelar jumpa pers , Selasa Malam (1/12/2020), di Aula kantor Gerindra Sulteng.

Kata Faisal, seharusnya seorang calon gubernur dalam melakukan kampanye hanya memaparkan program kerja dan visi misinya dihadapan masyarakat. ” Bukan malah melakukan fitnah dengan menyerang pribadi lawan. Ini kan sudah masuk kategori kampanye hitam (black campaign) yang dilakukan oleh H.Rusdi Mastura . Dan itu sangat jelas dalam orasinya yang sudah kami kasetkan video orasinya itu sebagai bukti kami melaporkan ke Bawaslu,” tegas Faisal, didampingi 4 orang rekannya dari tim hukum paslon 01 diantaranya ada Sule Ta’ri SH, Rizal Sugiarto, SH, Setyadi, SH dan ErrolFlyn. E Kimbal, SH .

BACA JUGA  Menkes RI Minta Dukungan Masyarakat untuk Mensukseskan Vaksinasi Covid-19

Dengan bukti video tersebut, sangat jelas bahwa paslon 02 Cagub H.Rusdi Mastura telah melakukan pelanggaran pemilu. Karena didalam orasinya itu, H.Rusdi Mastura
mengatakan boneka-boneka terhadap calon gubernur 01. Dan ini sudah jelas mengandung unsur fitnah yang di kemukakan pada saat kampanye di desa Lemusa kec.parigi selatan.Kabupaten Parigi Moutong.

Kedua, kata Faisal, paslon 02, cagub H.Rusdi Mastura menyebarkan berita bohong terhadap H.Longky djanggola terkait anaknya yang akan dijadikan sekda provinsi. Dan itu secara jelas dikatakannya dalam orasinya di desa Lemusa dengan menyebut bahwa H.longki sangat berambisi merebut kekuasaan ini selama 4 periode. “Ini semua fitnah yang dilontarkan seorang Rusdi Mastura yang sengaja menjatuhkan lawannya dengan menebar fitnah. Inikan cara kotor dan licik dan jelas melanggar peraturan pilkada,” tandasnya.

Karena itu, Tim Hukum paslon 01 meminta kepada Bawaslu Sulteng untuk lebih tegas dalam menegakkan hukum secara benar pada pelaksanaan pilkada provinsi. Dan menginginkan proses pilkada ini berjalan dengan baik.

” Jangan ada sandiwara dalam menegakkan aturan. Karena berdasarkan bukti video yang kami serahkan ke bawaslu, menunjukkan bahwa itu adalaah pelanggaran pidana dan pelanggaran terhadap UU ITE. Makanya kami dari tim hukum paslon 01, meminta agar Bawaslu lebih tegas dalam menegakkan aturan. Jangan ada pilih kasih agar masyarakat tetap percaya terhadap kelembagaan Bawaslu,” pungkasnya. (NL

BACA JUGA  Gubernur Apresiasi Pengerjaan Normalisasi Sungai Melalui Program Padat Karya

Komentar

News Feed