oleh

Pasca Bencana, Pertumbuhan Ekonomi Sulteng Tetap Membaik

Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola saat membuka kegiatan forum investasi daerah, dihadiri Direktur Wilayah 3 BKPM RI, Aris Indanarto, Wahyu Iriani dari Dewan Nasional KEK. (f-nila)

PALU, Sultengmembangun. com – Pasca bencana di Sulteng, Bappenas memprediksikan bahwa ekonomi Sulawesi Tengah diakhir tahun 2018, mengalami penurunan yang signifikan.

Diperkirakan ekonomi Sulteng turun sekitar 1,75 % dari baseline 6,24 % akibat bencana gempa 28 September 2018. Namun prediksi itu justru terbantahkan dengan fakta yang ada, dimana pertumbuhan ekonomi Sulteng justru membaik dengan angka pertumbuhan sebesar 6,30 % atau diatasangka pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,17 persen.

Pencapaian tersebut kata Gubernur Sulteng, Longki Djanggola, tidak terlepas dari aktivitas investasi di Sulteng yang tetap menggeliat pasca bencana.

“Sulteng merupakan salah satu provinsi primadona untuk tujuan investasi yang menarik bagi para investor,” ungkap Gubernur Sulteng, Longki Djanggola saat membuka kegiatan Forum Investasi Daerah Tahun 2019, di salah satu hotel di palu, kemarin.

Forum ini, lanjut gubernur diharap jadi sarana untuk saling berbagi pengalaman dalam meningkatkan wawasan terhadap pengembangan investasi di Sulteng.

BACA JUGA  Angka Covid-19 Sulteng Terus Bertambah Hingga 83 Orang

Karena di tahun 2019 ini, kata Gubernur Sulteng Longki Djanggola, target untuk realisasi investasi Sulteng sebesar Rp20,08 Triliun atau setara 37,87 % dari stock net investasi sejumlah Rp53.020.770.200.000.

Untuk mewujudkan hal itu, Longki berharap peran serta dari para investor untuk bersama-sama pemerintah daerah membangun Sulawesi Tengah dengan menekankan kewajiban yang harus dipenuhi oleh pihak investor sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Kepala BKPM RI No. 7 Tahun 2018.

Gubernur Longki menekankan agar pihak investor harus memenuhi kewajibannya terhadap daerah terutama dalam hal pemberdayaan masyarakat.

“Sudah menjadi kewajiban bagi para investor dalam memberdayakan masyarakat baik secara ekonomi, sosial, dan budaya secara berkelanjutan (sustainability). Demikian halnya pihak perusahaan juga digarap dapat terus berkembang secara berkelanjutan,” Kata Longki.

Kegiatan forum investasi daerah kali ini dihadiri Direktur Wilayah 3 BKPM RI, Aris Indanarto, Wahyu Iriani dari Dewan Nasional KEK, dan para pimpinan badan usaha dan pejabat teknis OPD se Provinsi Sulawesi Tengah. (NP)

REDAKTUR: NiLA

Komentar

News Feed