oleh

Operasi Mata Nadira Berjalan Lancar

SULTENGMEMBANGUN.COM,-DONGGALA – Bocah korban gempa bumi dan tsunami pada 28 September 2018 silam bernama Nadira telah menjalani operasi mata di Rumah Sakit Budi Agung Palu.

Yeye Koordinator donatur sekaligus pendamping bocah tersebut menjelaskan ,berdasarkan keterangan dokter spesialis mata tingkat kesembuhan Nadira sangat besar untuk bisa melihat.

“Kesembuhan mata Nadira sangat besar ,hanya saja ia menggunakan bantuan kacamata. Nadira sebenarnya masih bisa melihat ,cuma indra tangkapan penglihatannya sangat lambat ,”kata Yeye saat ditemui diare Kelurahan Labuan Bajo pada Sabtu 27 Maret 2021 kemarin.

Dijelaskannya lagi ,penglihatan Nadira jika kedua matanya begitu kenacahaya responnya lambat ,selang beberapa menit baru mata Nadira bisa mengikuti cahaya.

“Semoga tidak ada operasi kedua ,jikalau sudah berfungsi bagus lensa yang dipasangkan itu Nadira akan menggunakan kacamata ,dan Nadira menjalani operasi mata pada Jumat 26 Maret 2021 di Rumah Sakit Budi Agung Palu di tangani oleh Tiga dokter spesialis dan operasinya berjalan lancar ,tanggal 03 April (Bulan depan) kata dokter disuruh control lagi dan kedua matanya sudah dipasangkan lensa ,”sebut Yeye (relawan) donatur pendamping Nadira.

BACA JUGA  Bupati Sigi Ingatkan Rombongan Pembawa Bantuan agar Patuhi Prokes

Yeye menambahkan ,”Bahwa dana donasi sudah kami serahkan ke Citra (Tante dari Nadira) termasuk biaya pengobatan ,kalau kebutuhan sehari-hari ada yang sumbang seperti susu dan pampers ,dan untuk kedepannya saya belum berani komentar banyak ,karena ayah dari Nadira seorang nelayan yang penghasilannya tidak menentu ,”jelasnya.

Yeye berharap kepada siapa saja yang peduli terhadap Nadira ,yang mau memberikan donasi ,tandasnya.    

Sebelumnya Nadira ingin di operasi pada Kamis 14 Januari 2021 ,tetapi hasil pemeriksaan rapid test Covid-19 pada 13 Januari 2021 imun Nadira dinyatakan reaktif ,maka operasi tersebut menjadi tertunda.

Diketahui bahwa Nadira mengalami penyakit mata katarak kongenital yang fungsi penglihatannya terganggu sejak berumur Satu Bulan ,Nadira tinggal di Huntara Blok H Nomor Dua yang berada di Kelurahan Gunung Bale Kecamatan Banawa ,dan ia tinggal bersama seorang ibu bernama Citra (Tante Nadira)  yang tak lain saudara kandung dari salah satu orang tuanya sendiri.

Diketahui sebelum musibah tersebut terjadi Nadira tinggal bersama kedua orang tua kandungnya menetap di Kelurahan Tanjung Batu Kecamatan Banawa ,ditengah perjalanan orang tuanya mengalami permasalahan ,ayahnya terkena kasus hukum yaitu Narkoba dan ibunya pergi meninggalkannya entah kemana.

BACA JUGA  BKKBN Ungkap Faktor-faktor Sulitnya Berantas Stunting

Pada saat Nadira berumur Satu Bulan tinggal di Tanjung Batu bersama kedua orang tua kandungnya ,pas musibah gempa bumi ,tsunami ,dan likuifaksi terjadi pada 28 September 2018 silam rumahnya hancur ,karena tidak ada yang mengurusnya maka Citra (Tante Nadira) mengasuhnya.**(Syamsir)**        

Komentar

News Feed