oleh

Nyaris Tewas, Seorang Tukang Ojek Kesetrum Saat Pasang Baliho Malabot Tumbe

Korban bernama Mad, nyaris terpanggang karena tersengat listrik. Beruntung korban cepat ditolong dan dilarikan ke rumah sakit.(F-ist)

BANGKEP, Sultengmembangun.com – Seorang tukang ojek; nyaris tewas kesetrum usai memasang baliho
di salah satu billboard yang berada di persimpangan 4 depan pelabuhan Salakan, tepat didepan pangkalan ojek.

Menurut Ambang, selaku saksi yang melihat kejadian tersebut, korban nyaris saja tewas tersengat listrik pada saat korban memasang baliho di billboard itu. Singkat cerita, korban ini adalah tukang ojek namun melihat ada peluang rezeki yang ditawari oleh pihak dinas pariwisata Balut, yang butuh tukang panjat untuk pemasangan baliho lalu korban bersama seorang rekannya yang sesama tukang ojek menawarkan diri untuk memasang baliho tersebut.
Korban bernama Ahmad Basan alias Mad dan temannya bernama Mus. ” Mereka berdua yang memasang baliho dengan cara memanjat dan mengikat baliho dengan tali kawat. Saat selesai memasang baliho, kawat yang ditangan korban bernama Mad terkena kabel listrik yang bertegangan tinggi.Hingga saat itupula, seketika Mad langsung tersengat listrik, pada posisi korban masih diatas,” ungkap Ambang.

BACA JUGA  Setelah Viral, 2 Oknum Polisi yang Tilang Sopir Truk Cabai Dicopot Jabatannya

Sementara rekannya bernama Mus, melihat kejadian itu, langsung melompat kebawah dan lari meminta pertolongan.

Dan tanpa basa basi, Ambang dari perwakilan dinas pariwisata Banggai Laut yang menyaksikan kejadian itu, langsung memanjat dan berupaya untuk menurunkan korban tapi tak bisa dan korban berhasil ditolong oleh petugas PLN yang secepat kilat sudah ada di lokasi kejadian. ” Korban diturunkan oleh petugas PLN dengan menggunakan alat bantu berupa tangga hidrolik milik PLN. Korban dibawa turun dan kemudian diletakkan diatas tanah,” kata Ambang yang sempat panik melihat kejadian itu

Waktu kejadiannya sekitar pukul 19.15 wita. Dan Korban bernama Mad langsung dilarikan ke rumah sakit umum daerah Salakan. Korban sempat mengalami pingsan selama beberapa menit, lalu tersadar kembali
Terlihat ditubuh korban ada luka bakar dibagian tangan kiri, tangan kanan bagian atas, dan di area perut. Adapun kondisi korban saat ini telah sadar dan sudah bisa bicara”, kata Ambang mengaku bahwa seluruh biaya perawatan Korban ditanggung oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Banggai Laut.

Ambang menambahkan, Baliho yang dipasang adalah baliho milik Dinas Pariwisata Pemda Banggai Laut, untuk acara festival Malabot Tumbe. Kegiatan Festival itu akan dilaksanakan pada 4 Desember 2019

BACA JUGA  Diduga Dana Operasional Satgas Covid 19 Dikorupsi, Camat Liang Masih Bungkam

” Dinas pariwisata Banggai Laut yang menanggung semua biaya perawatan korban. Dan pihak keluarga pun mengakui bahwa peristiwa ini adalah kecelakaan yang tidak disengaja. Korban hanya mencari pendapatan sampingan selain mengojek. Dari hasil memasang baliho, korban diupah sebesar Rp200 ribu rupiah dan itupun sesuai kesepakatan karena korban sendiri yang menawarkan diri. Namun demikian, pihak Dinas Pariwisata tetap bertanggung jawab menalangi seluruh biaya perawatan korban,” kata Ambang.(Didi)

Komentar

News Feed