oleh

Nur Rahma, Bidan yang Sukses dengan Produk Cookies ” Azzahra ” Hingga Meraih Penghargaan Siddhakarya

Bidan Nur Rahma, salah satu UMKM di Sulteng peraih penghargaan Siddhakarya 2020, yang diserahkan oleh Plt.Sekdaprov Mulyono, di acara penganugerahan kepada UMKM yang terbaik. (F-ist)

PALU, SM.Com – Siapa sangka, disela kesibukannya sebagai seorang yang berprofesi bidan, bisa sesukses ini. Nur Rahma, wanita ulet dan pekerja keras ini bisa meraih penghargaan siddahkarya dengan produk kue kering/cookies “Azzahra”.
Kesuksesan itupun diraihnya berkat keseriusan dan kerja keras dalam melakoni bisnis kue kering yang diberi nama Azzahra.

Dalam membangun branding bisnis Azzahra,
Nur Rahma yang akrabnya disapa Bidan Rahma, mem- i Prodak Cookies-nya dengan nama ” Azzahra ” yang bermakna Bunga. Dengan nama Azzahra ini, dia berharap setiap pembeli Cookiesnya, selalu bisa tersenyum serupa merekahnya Bunga. Dan
Azzahra bisa dinikmati menjadi pilihan bagi keluarga menemani waktu ngopi/ngeteh dikala senggang. Azzahra juga bisa dijadikan oleh-oleh untuk keluarga dan kerabat.

” Dengan ciri khas pemanfaatan potensi komoditi lokal daerah yang dapat diexplore lebih jauh, saya menjadikan Azzahra bisa hadir disetiap kesempatan santai Keluarga ataupun menjadi oleh-oleh untuk kerabat. Dalam pengembangan produk, saya mempertahankan ciri khas daerah. Dan saya tetap fokus mengangkat komoditi lokal daerah,” kata Bidan Nur Rahma.

Kenapa cookies Azzahra lebih dominan dengan warna putih, karena menurut bidan Rahma, warna putih sangat identik sebagai simbol bagi pedagang kue, yang melambangkan sebuah ketulusan. Seperti tulusnya seorang bidan dalam memberikan pelayanan prima kepada pasiennya.

Disisi lain, pemberian warna seperti itu, kata Bidan Rahma, akan memudahkan bagi para calon pembeli untuk mengenali produk Azzahra. Dipadukan sedikit pemanis dengan warna Maron sebagai penegas warna khusus dari logo Rumah kueku ” Azzahra ” yang mengartikan kehangatan.

BACA JUGA  Lestarikan Budaya Daerah, Disdikbud Kota Palu Terapkan Pakai Sampolu/Siga

Pilihan warna itu, kata Bidan Rahma, diberikan agar lebih menarik dan eye catching serta tegas dan percaya diri. Sehingga konsumen juga percaya untuk membeli produk kita.

Diawal membangun bisnis ini, Bidan Rahma memulainya hanya dengan satu buah oven kecil. Dan itupun dikerjakan disela waktu luang dalam menekuni rutinitas sebagai seorang bidan.

” Dulunya, kolega ,teman, saudara, kerabat, saya taunya kalau saya ini hanya seorang ” Bidan. Lebih tepat nya Petugas Kesehatan yang mulai mengabdi diusia 17 tahun, menekuni profesi sebagai sahabat Perempuan. Mengabdikan keseharian waktunya yang nyaris 1 X 24 jam untuk berada ditengah masyarakat, selalu dan selalu begitu adanya,” ungkap Bidan Rahma

Hingga suatu ketika saya mulai tertarik untuk mengembangkan bisnis disamping sebagai sahabat perempuan (Bidan).

Bagaimana prosesnya hingga memutuskan Fokus mengelola Usaha Cookies ?

Jawab bidan Rahma, semuanya dimulai dari hal kecil. “Dari ketertarikan atau hobby memasak, saya mencoba untuk membuat kue kering yang bisa dinikmati keluarga disaat minum teh. Lama kelamaan, saya berpikir untuk mencoba menjajakan kue kering Azzahra ini dari relasi ke relasi. Hingga akhirnya banyak yang suka. Dan sayapun secara step by step, mencoba untuk lebih terfokus mengembangkan bisnis ini,” urainya dalam kilas balik kisah awal bisnis Kue Kering Azzahra.

BACA JUGA  Jelang Momen HUT Bhayangkara, Polda Sulteng Adakan Penyemprotan Disinfektan Serentak di Kota Palu

Perlahan tapi pasti, bisnis kue Kering Azzahra sudah masuk ke beberapa toko, swalayan, hingga ke Pusat Oleh-oleh.

” Karena itu saya memutuskan untuk benar-benar fokus menjadi pengusaha. Karena Alasan itu pula, saya berpikir, ada banyak manfaatnya. Sayapun mencoba untuk melibatkan kaum perempuan yang tinggal di sekitar lingkungan Rumah produksi kue kering Azzahra,” kata Bidan Rahma lagi.

Dengan keterlibatan masyarakat terutama kaum perempuan yang tinggal di sekitar rumah produksi Azzahra, secara tidak langsung telah memberikan dukungan dan peran sertanya terhadap pembangunan.

Bisnis produk kue kering Azzahra, turut memberikan peluang kerja bagi kaum ibu rumah tangga, yang secara tidak langsung memberikan nilai tambah bagi pendapatan ekonomi rumah tangga dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi pengangguran dan memberantas kemiskinan.

Sebagai pemula di bisnis UMKM, Bidan
Rahma selalu berbagi informasi dengan sesama pebisnis di UMKM.
Diberbagai event, entah itu pelatihan, sharing Bisnis ataupun jadi tamu dalam kelompok kecil pemberdayaan masyarakat, Bidan Rahma selalu hadir bersama rekan-rekan bisnisnya.

Bagaimana caranya mempertahankan bisnis kue ini dalam kondisi terberat, apalagi ditengah pandemi Covid 19 ?

Kata Bidan Rahma, Bisnis itu ibarat kita berlari. Tapi bukan sekadar berlari sprint. Cepat diawal, habis itu ngos-ngosan. Bisnis itu ibaratnya kita lari marathon. Jadi kita harus pintar-pintar ambil napas, taktiknya, kapan kita harus lari cepat, kapan kita harus menurunkan tempo dan kapan kita harus mendaki. Sehingga marathon itu endurance atau sustainability.

BACA JUGA  Dimasa Pandemi Covid 19, BKKBN Sulteng Sediakan Layanan KB Online

Selama ini, bisnis Rumah kueKu Azzahra endurance-nya seperti berlari marathon. Jadi sebenarnya pertumbuhan kita tidak terlalu cepat. Tapi konsisten, pelan-pelan. Ada proses up and down. Lalui saja dan pelajari kesalahan. Belajar terus dari setiap kejatuhan dan kerugian. Dna jangan pernah takut untuk gagal, coba dan cobalah untuk terus untuk menjadi yang terbaik.

Makanya tak heran, jika kemarin bisnis Produk Kue Azzahra , menjadi salah satu dari sekian ribu UMKM di Sulteng khususnya di Kota Palu, berhasil meraih penghargaan Siddhakarya.

Penghargaan Siddhakarya adalah sebuah penghargaan yang diberikab kepada para pengusaha/pebisnis yang berhasil meningkatkan produktivitasnya. Dan ini merupakan kepedulian pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia untuk bersama-sama dunia usaha memacu peningkatan produktivitas dan daya saing dalam rangka penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Disamping itu, penghargaan siddhakarya ini sebagai upaya pemerintah dalam mendorong gerakan peningkatan produktivitas secara terus menerus dan berkesinambungan khususnya di kalangan dunia usaha dunia industry (DuDi) sebagai kunci sentral pencipta kesejahteraan masyarakat.

Semoga saja, Bisnsi kue Azzahra ini bisa menginspirasi dan menjadi contoh atau role model bagi UMKM lainnya di Sulawesi Tengah dalam meningkatkan efektivitas, efisiensi, kualitas dan proses produksi yang ramah lingkungan sehingga dapat diperoleh produk yang berkualitas dan berdaya saing.

Produk kue Azzahra bisa menjadi pilihan dan teman ngopi/ngeteh yang terbaik, yang memberikan rasa cinta sejak gigitan pertama. ***

Komentar

News Feed