November 2019, Kota Palu Inflasi 0,27 Persen

0
141

Kepala BPS Sulteng, Ir. Faizal Anwar, MT didampingi Kabid Statistik Distribusi, G. A. Nazer, SE, MM, merilis data strategis Sulteng pada Senin kemarin. (F-widya)

PALU, Sultengmembangun. com – Selama November 2019, Inflasi kota Palu sebesar 0,27. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi harga-harga di Kota Palu terutama harga bahan makanan terbilang masih stabil. Dimana adanya penurunan harga di sejumlah kelompok bahan makanan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng, Ir. Faizal Anwar, MT mengatakan stabilisasi harga sejumlah kelompok penyumbang inflasi/deflasi mampu menekan inflasi di Kota Palu. Dan saat ini, inflasi Kota Palu pada kondisi November 2019 sebesar 0,27 persen.

” Angka ini jauh lebih rendah dari target inflasi yang ditetapkan oleh pihak BI yang mengharapkan kalau bisa inflasi di Kota Palu dibawah 3 Persen,” ungkap Faizal Anwar pada pertemuan rutin dengan wartawan, Senin (2/12/2019), di Aula sementara kantor BPS Sulteng.
G. A. Nazer
Secara rinci, Kabid Statistik Distribusi BPS Sulteng, G. A. Nazer, SE, MM memaparkan kondisi inflasi sebesar 0,27 persen dipengaruhi oleh naiknya indeks harga yang terjadi pada kelompok bahan makanan (0,79 persen) , diikuti oleh kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,30 persen), kelompok kesehatan (0,27 persen), kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan (0,11 persen), kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar (0,05 persen), serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga (0,01 persen). Sedangkan kelompok sandang mengalami penurunan indeks harga sebesar 0,24 persen.

BACA JUGA  Jelang Momen HUT Bhayangkara, Polda Sulteng Adakan Penyemprotan Disinfektan Serentak di Kota Palu

” Bisa dikatakan bahwa kondisi inflasi di Kota Palu mengalami pergerakan yang merambat,” kata Nazer.

Disebutkan, Komoditas penyumbang utama terhadap inflasi pada November 2019 Beberapa komoditas utama yang memiliki andil terhadap inflasi antara lain tomat buah (0,17 persen), daging ayam ras (0,11 persen), ikan mujair (0,07 persen), rokok putih (0,03 persen), angkutan udara (0,03 persen), ikan teri segar (0,02 persen), rokok kretek filter (0,02 persen), ayam
hidup (0,02 persen), wortel (0,02 persen), dan tomat sayur (0,02 persen).

” Ada lima komoditas penyumbang utama terhadap inflasi di Palu pada november 2019 sementara itu ikan cakalang justru menjadi penyumbang pada deflasi,” urainya.

Penurunan harga Ikan Cakalang, turut menekan inflasi

Secara umum, Penekan inflasi pada bulan November 2019 adalah ikan dan sayuran yang cenderung cenderung mengalami penurunan harga selama November. Sedangkan pada kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan harga adalah kelompok emas perhiasan.

Dia menambahkan untuk Inflasi tahun kalender bulan November 2019 terhadap Desember 2018 sebesar 1,46 persen, sementara inflasi year on year (November 2019 terhadap November 2018) sebesar 2,58 persen.

BACA JUGA  Up Date Data, Jumlah PDP Positif Covid 19 di Sulteng Bertambah Lagi Jadi 14 Kasus

Secara nasional dari 82 kota yang dipantau , sebanyak 57 kota mengalami inflasi dan 25 kota mengalami deflasi. Inflasi
tertinggi terjadi di Kota Manado sebesar 3,30 persen dan terendah di Kota Malang sebesar 0,01 persen. Kota Tanjung
Pandan mengalami deflasi tertinggi sebesar 1,06 persen, sementara Kota Batam dan Denpasar mengalami deflasi terendah sebesar 0,01 persen.

Kota Palu menempati urutan
ke-8 inflasi tertinggi dikawasan Sulampua dan urutan ke-27 secara Nasional.
(Widya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here