oleh

Ngopi Bareng dengan Insan Jurnalis, Kaper BKKBN Sulteng Kenalkan Logo Baru

Silaturahmi. Biar lebih dekat dengan insan pers, Kaper BKKBN Sulteng adakan acara ngopi bareng dalam nuansa kekeluargaan.(F-nila)

PALU, Sultengmembangun.com – Perubahan logo Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang tersusun dari beberapa komponen yang membentuk satu kesatuan harmonis yang saling mengisi dengan warna biru yang elegan. Logo ini melambangkan kestabilan BKKBN menjadi partner perencanaan keluarga dan masyarakat,

Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, Maria Ernawati mengatakan salah satu makna dari logo baru BKKBN ini agar lebih dekat dengan kaum milenial. Demikian halnya perubahan jingle, logo, dan tagline.

Secara detail Kaper BKKBN Sulteng menjelaskan makna di balik logo BKKBN yang baru. Diantaranya terkait bentuk Love melambangkan cinta atau hati. Yang artinya bahwa awal dari sebuah perencanaan dimulai dari kasih sayang keluarga dan keharmonisan keluarga, yang didukung dengan lingkungan .

Makna lainnya adalah BKKBN akan selalu berusaha untuk merangkul dan memfasilitasi serta menjadi partner dalam setiap perencanaan yang dilakukan oleh keluarga dan masyarakat. Perencanaan ini dari masa kanak kanak sampai dewasa.

BACA JUGA  Polda Sulteng Serahkan Bansos 3 Ton Beras untuk Masyarakat Donggala

” Karena itu Logo baru BKKBN ini syarat dengan makna kasih sayang dan keharmonisan keluarga,” ungkap Maria Ernawati disela acara ngopi bareng dengan insan jurnalis di salah satu cafe yang ada di Palu, Rabu malam (26/02/2020).

Acara ngopi bareng yang tujuannya adalah membahas tentang logo baru BKKBN, Dalam hal ini pihak BKKBN menjelaskan terkait logo BKKBN yang berbentuk kupu-kupu melambangkan perencanaan dan proses. Hal ini dapat dilihat dari proses metamorfosis kupu-kupu dari seekor ulat hingga menjadi kupu-kupu yang indah. Sementara arti dari simbol tak terbatas menunjukkan adanya pencapaian yang harus direncanakan tanpa batas. BKKBN yang tanpa lelah akan terus menjadi partner keluarga dan masyarakat.

Selain menjelaskan soal logo baru BKKBN, Kaper BKKBN Sulteng, Maria Ernawati memaparkan tentang beragam program BKKBN diantaranya ada program GenRe, Program Informasi dan Konseling (PIK) Remaja dan Program Kampung KB.

Terkait dengan program Genre, di Sulawesi Tengah hampir semua Bupati termasuk walikota palu sudah dinobatkan menjadi Ayah GenRe. ” Sepengetahuan saya, sudah ada sepuluh bupati di Sulteng yang dinobatkan menjadi ayah GenRe. Jadi masih ada 3 atau 4 bupati yang belum bersedia menjadi ayah Genre,” tuturnya.

BACA JUGA  Kisah Pasien Covid 19 Dibalik Ruang Isolasi Rumah Sakit Madani Palu

Selain bupati, para kepala desa (kades) juga minta dikukuhkan sebagai Ayah GenRe. Saat ini ada 109 Kades di Tolitoli yang siap untuk dikukuhkan sebagai Ayah GenRe. Dan ini membuktikan bahwa pemerintah daerah hingga ke tingkat kades mulai melirik program milenial yakni program GenRe yang bosa disinergikan dengan beragam kegiatan desa seperti karang taruna dan lainnya.
Karena genre adalah satu program dengan program unggulan PIK Remaja.

Untuk diketahui bahwa di Sulawesi Tengah ada 349 PIK Remaja yang sudah terbentuk.
Jadi selain mendorong peran aktip PIK Remaja, pihak BKKBN juga terus menggiatkan program GenRe (Generasi Berencana).

Dalam strategi pembangunannya, bagaimana BKKBN meningkatkan ketahanan keluarga, merencanakan dan menata kaum milenial serta bagaimana membangun kehidupan berkeluarga yang sejahtera dan mandiri.

Acara ngopi bareng dilanjut dengan tanya jawab dengan Kaper BKKBN Sulteng yang telah banyak memberikan pencerahan terkait program unggulan BKKBN dalam upaya menekan pertambahan penduduk, menekan angka kematian ibu melahirkan dan angka kematian bayi, menekan stunting dan tak kalah pentingnya bagaimana BKKBN yang terus berupaya mencegah terjadinya pernikahan di usia anak (usia muda) melalui program GenRe dan PIK Remaja.(Nila)

BACA JUGA  Pelayanan KB Sejuta Akseptor Serentak di Seluruh Indonesia, Raih Penghargaan MURI

Komentar

News Feed