Narkoba Merusak Otak dan Solusi Pencegahannya

0
242

Hampir setiap hari media cetak maupun elektronik memberitakan tentang narkoba yang sudah menjadi hal yang amat memprihatinkan semua pihak. Betapa tidak, semua profesi ada pecandu narkoba, mulai dari artis, politikus, mahasiswa, pelajar, ibu rumah tangga, berbagai jenjang pejabat sipil maupun militer dan sebagainya.
NKRI memang darurat Narkoba, 5,9 juta pecandu yang tercatat tahun 2015 dan saat ini sudah tercatat kurang lebih 7 juta pecandu serta diduga ada juga yang belum terdata, terlanjur meninggal karena kecelakaan lalu lintas saat ‘sakaw’ atau overdosis narkoba.
Cara pemakaian narkoba oleh pecandu pada biasanya dengan diminum, diisap dengan dibakar bersama tembakau, dihirup, diteteskan ke minuman, disuntikkan. Resikonya dapat terjadi penularan penyakit berbahaya seperti HIV/AIDS, Hepatitis dan penyakit menular lainnya.
Semua narkoba bersifat adiktif atau candu baik fisik maupun psikis dan cenderung dengan cepat terjadi peningkatan dosis untuk mencapai ‘efek’ yang diinginkan pecandu.
Makin lama pemakaian dan makin tinggi dosis yang dipakai berbanding lurus dengan makin sulitnya pecandu direhabilitasi, makin sulit lepas dari cengkraman narkoba. Akibatnya, dapat saja pecandu jadi overdosis karena memakai narkoba secara berlebihan, atau sebaliknya ‘sakaw’ (sakit karena dikau/narkoba) jika saat fisik menagih narkoba, bahan haram tersebut tidak tersedia.
Ketergantungan narkoba bersifat fisik dan juga psikis, sehingga banyak fungsi faali tubuh yang terganggu. Semua jenis narkoba merusak jaringan saraf termasuk otak. Zat pengantar di trilyunan sel saraf digantikan perannya oleh narkoba.
Otomatis sel saraf menjadi ‘loyo’ dan perlu tambahan jumlah narkoba agar sel saraf dapat bekerja ‘normal’. Dampaknya amat multi luas bagi tubuh manusia, karena narkoba merusak fungsi dan struktur otak, sehingga ada istilah ketergantungan mendarah daging (gangguan zat penghantar otak) dan ketergantungan ‘mbalung sum-sum’ ( gangguan struktur otak) Hal ini berakibat pecandu amat sulit menjadi ‘sembuh’ dari ketergantungan narkoba.
Dalam hal ini pencegahan salah guna jauh lebih berguna untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya narkoba ini. Rancangan museum yang moderen dengan pemandu yang profesional dan dilengkapi testimoni pecandu yang sudah berhasil lepas dari narkoba, poster dan foto korban narkoba serta berbagai macam narkoba yang ada dapat dipamerkan secara nyata.

BACA JUGA  Terungkap Ada Sekolah di Bangkep, Memanipulasi Dana BOS dengan Data Siswa Fiktif

Dapat juga dilengkapi dengan rumah jajan kuliner serta Wi Fi dan dengan harga tiket masuk yang ekonomis serta lahan parkir yang memadai sehingga menjadi tempat destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here