Napi Lapas Petobo Kendalikan Penjualan 2 Kilogram Sabu & Sudah Beredar di Palu

0
250

Tiga tersangka penjualan sabu di Palu beserta babuknya, yang direles oleh BNN Kota Palu, Jumat 07 Februari 2020.(F-nila)

Tim Berantas BNN Kota Palu Amankan Tiga Orang Tersangka Sabu, Satu Diantaranya Narapidana di Lapas Petobo

PALU, Sultengmembangun.com – Diawal 2020 ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu berhasil menangkap pengedar narkotika jenis sabu yang sistim penjualannya dikendalikan dari dalam Lapas Petobo oleh salah seorang narapidana kasus sabu yaitu AS alias U.

Kepala BNN Kota Palu, AKBP Abire Nusu dalam keterangan persnya, Jumat (07/02/2020), mengatakan penangkapan salah seorang dari ketiga tersangka yaitu MA alias A (23), saat hendak melakukan transaksi penjualan sabu di Jalan Sungai Moutong, Kelurahan Ujuna, Kecamatan Palu Barat tepatnya disalah satu halaman rumah warga yang letaknya tidak jauh dari kantor BCA.

” Penangkapan terhadap tersangka MA alias A oleh tim berantas BNN Kota Palu, disaat tersangka sedang menunggu pembeli. Nah pada saat itu MA alias A, langsung digeledah lalu ditangkap dan diamankan. Karena dari tersangka ditemukan barang bukti berupa sabu,” ungkap Abire Nusu sembari mengatakan bahwa sebelumnya itu, pihaknya sudah mendapat informasi dari masyarakat bahwa di TKP tersebut akan ada transaksi narkotika (sabu).

Tersangka MA alias A ditangkap pada 3 Februari 2020 pukul 14.00 wita dengan mengendarai sepeda motor yamaha mio soul GT125 berwarna hitam.

Selain babuk sabu seberat 70,416 gram sebanyak 10 paket plastik klip bening, dari tersangka MA alias A juga ditemukan babuk lainnya berupa satu buah timbangan digital warna hotam, dua pak plastik klip bening, satu buah pembungkus rokok merk dunhill warna hitam, satu buaj tas pinggang warna hitam, satu buah dompet kecil warna orange, dua buah buku catatan, satu unit HP merk Oppo A5 warna merah, satu buah KTP, satu buah pulpen warna biru, 1 unit kartu ATM Bank Mandiri, 1 unit sepeda motor Yamaha Mio Soul GT125 warna Hitam DN 4521JJ, 1 buku tabungan BRI a.n Agustina, 1 buku tabungan bank Mandiri a.n Syarifuddin.

MA alias A diamankan ke kantor BNN Kota Palu beserta semua barang bukti. Selanjutnya dari hasil pengembangan terjadap MA alias A, pada 4 Februari 2020, diketahui tersangka baru atas nama CA alias C (31) tahun, yang diduga sebagai bos dari MA alias A. CA alias C berhasil diamankan oleh tim berantas BNN Kota Palu tepatnya di rumah tersangka di jalan Hayam Wuruk I. Saat penangkapan, di rumah CA alias C, ditemukan sejumlah babuk berupa 2 paket klip plastik bening berisi sabu seberat 1,45 gram, 1 unit timbangan digital, 3 pak.plastik.klip bening, 2 sendok.plastik, 2 buku tabungan Mandiri An.tersangka, 1 buah kartu ATM bank Mandiri An.tersangka, 1 kotak jam tangan berwarna hitam, 1 buah plastik bening besar bekas pwnyimpanan sabu, 1 unit HP OPPOA3 warna putoh, uang tunai senilai Rp6.700.000 dan 1 buah buku tabungan bank Mandiri An.CA alias C.

” Tersangka CA alias C beserta babuknya dibawa dan diamankan di kantor BNN Kota Palu,” kata Abire lagi.

Dan untuk pengembangan lebih lanjut, dari kedua tersangka diketahui bahwa mereka bekerja atas perintah dari AS alias U (29) , seorang narapidana di rutan Petobo.

Sehingga keesokan harinya pada 6 Februari 2020, tim berantas BNN Kota Palu menuju ke rutan Petobo dan menangkap tersangka AS alias U (29) yang ternyata diketahui sebagai pengendali peredaran narkotika jenis sabu oleh kedua tersangka MA alias A dan CA alias C.

” Saat ini ketiga tersangka kembali diamankan oleh BNN Kota Palu untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dan terhadap ketiga tersangka akan dikenakan sanksi sesuai pelanggaran yang dibuatnya dengan mengacu pada peraturan hukum yang berlaku,” ujar Gusti Bagus Ngurah,
P.SA selaku Kasi Pemberantasan di BNN Kota Palu.

Dan diketahui bahwa dari transaksi yang dilakukan beberapa hari sebelumnya, ada sekitar 2 kg sabu yang diperjualbelikan. ” Dan yang menjadi babuk inilah sisanya sabu yang diecerkan kepada pelanggannya,” imbuh Gusti.(kiki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here