Miris, Remaja Perkosa dan Bunuh Mantan Gurunya

0
192

Oleh: Syam Zaini
Ketua PGRI Prov SulTeng
Kepala SMAN 4 Palu
_____________________

PALU, Sultengmembangun. com – Terhenyak seketika menyaksikan berita disalahsatu televisi swasta, telah terjadi pemerkosaan sekaligus pembunuhan terhadap seorang guru SD dikabupaten Banyuasin oleh seorang remaja yang (menurut pengakuannya tersangka) saat duduk dibangku SD pernah dimarahi oleh sang guru tersebut. Remaja yang berumur 18 tahun itu melakukan tindakan kejahatanya setelah sebelumnya habis menonton film porno.

Mengerikan, itulah yang dapat diungkap oleh kata-kata, ketika nafsu iblis telah menguasai hati dan pikirannya, seorang guru yang pernah memberikan ilmu dan kasih sayangnya disaat masih sang pelaku masih sekolah, namun justru melalui mantan sang murid itulah nyawa guru itu melayang. Semoga sang guru yang tewas ditangan mantan muridnya itu mendapatkan tempat yang layak disisi Tuhan Yang Maha Kuasa, sesuai amalannya…, aamiin.

Maraknya kasus kriminalisasi saat ini, tak berdiri dengan sendirinya, banyak faktor yang mempengaruhinya. Sebagai sesama mahluk Tuhan dimuka bumi ini, yang diamanahkan menjadi insan pendidik tentunya hal ini sangat memprihatinkan. Pelaku mengatakan alasannya memperkosa dan membunuh mantan gurunya sebagai dendam pribadi karena pernah dimarahi disaat masih sekolah dulu, ironis ! Seyogyanya semakin bertambahnya usia, tentunya seseorang itu menyadari dan memahami bahwa jika seorang guru itu marah, tentunya untuk kebaikan anak didiknya.

BACA JUGA  Baliho Kemenangan Prabowo - Sandi Terpajang Megah

Semoga dengan kejadian ini semua pihak dapat mengambil hikmahnya, bahwa pelaku kejahatan bisa dilakukan oleh siapapun dan dalam kondisi apapun, dan biasanya orang yang dekat dengan diri korban. Bisa jadi dekat karena hubungan emosional maupun berdekatan didaerah domisili. Kewaspadaan sebagai orang tua dan guru harus lebih ditingkatkan kembali.

Peristiwa ini harus menjadi instrospeksi juga bagi para pendidik, bahwa tidak selamanya hukuman, ungkapan marah kepada siswa itu memiliki dampak positif kepada mereka. Pernyataan pelaku (jika memang seperti itu adanya, bukan alasan semata), yang dendam karena pernah dimarahi sang guru, manjadi evaluasi bahwa (mungkin saja) diantara yang pernah dihukum oleh guru membuat mereka dendam.

Pola hukuman pada satuan pendidikan tentunya harus memenuhi unsur; mendidik, bukan hukuman fisik, diharapkan tak mengulangi perbuatannya kembali, membuat efek jera dan memiliki dampak kearah yang lebih baik lagi. Hukuman jangan justru berdampak psikologis yang membuat anak semakin tertekan. Pendidik berfungsi bukan untuk menghakimi peserta didik, namun dapat menjadi inspirasi bagi anak didiknya untuk melakukan hal-hal positif.

BACA JUGA  Kampanye Rapat Umum, Sebagai Ajang Pendidikan Politik

Selamat jalan sang guru, masih banyak anak didikmu yang selalu mendoakan kebaikan untuk dirimu dialam kubur, dan yakinlah guru-guru lain tidak akan patah semangat dalam membina anak bangsa.
_________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here