Merasa Dizolimi, Mantan Ibu Bhayangkari ini Minta Keadilan

0
2208

Jein Meiske Palungkun
PALU, Sultengmembangun. com – Kisah pilu menimpa seorang janda, mantan ibu bhayangkari yang terpaksa harus menelan pil pahit karena dituding sebagai terdakwa kasus dugaan penipuan dan penggelapan.

Sesungguhnya, Jein Meiske Palungkun adalah sosok wanita pekerja keras. Dalam menjalankan bisnisnya, dia pekerja yang ulet dan jujur. Tak heran jika dia banyak relasi karena dia selalu mengedepankan prinsip kejujuran.

Namun sayangnya, dibalik ketenaran bisnisnya, dia malah dimanfaatkan oleh rekannya yang baru saja dia kenal dan mengajaknya untuk menjalan bisnis baru. Padahal sebelumnya, Jein Meiske juga sudah punya bisnis sendiri yakni bisnis kosmetik dan sudah berhasil dengan omset yang lumayan menjanjikan.

Singkat cerita, disamping menjalankan bisnis kosmetiknya, Jein juga diminta untuk menjalankan bisnis rekannya itu, rekan yang dianggapnya baik namun justru karena kebaikan itulah hingga menjebak dirinya harus berurusan dengan hukum.

Niat baik untuk membantu teman, menjalankan bisnisnya (jualan pembalut kesehatan-red), namun malah menjadi bencana baginya yang berujung pada laporan polisi.

BACA JUGA  Jalin Kemitraan dalam Mengantisipasi Penyebaran Paham Radikalisme

Seiring berjalannya waktu, bisnis penjualan pembalut ini semakin lancar. Namun tanpa sadar, saya dijebak dalam sebuah lingkaran permainan yang mereka ciptakan sampai membuat diriku sebagai terdakwa kasus dugaan penipuan dan penggelapan,” tutur Jein dengan mata berkaca-kaca.

Jeinpun merasa, Meski kasusnya sudah naik dipengadilan, dengan tuntutan pidana 2 tahun dan 6 bulan penjara, namun Jein Meiske tetap tidak puas dengan putusan pengadilan yang menurutnya itu tidak adil. Sebab ketidakadilan berpihak pada dirinya selaku orang yang terzolimi.

“Saya hanya ingin keadilan. Karena terkait keberatan saya di penyidik, kenapa dalam kasus tersebut, pihak penyidik tidak menerima saran saya agar penyidik meminta rekening koran dari para saksi yang dianggap bisa diijadikan bukti untuk menguak kebenaran dalam kasus ini. Saya menilai ada ketidakadilan dipihak penyidik dalam menangani kasus ini. Dan saya menduga ada sebuah rahasia besar dibalik kasus ini sehingga pihak penyidik memberlakukan saya secara tidak adil. Dan saya berani jamin ada sesuatu dan sesuatu itulah yang nantinya akan saya ungkap dihadapan suami dari orang yang melaporkan saya dan menjadikan saya sebagai terdakwa kasus dugaan penipuan dan penggelapan,” tandas Jein, yang terus berupaya untuk mencari keadilan atas dirinya yang telah dizolimi.

BACA JUGA  Jelang HUT RI Ke-74, Sejumlah Polres Antusias Ikut Lomba Hadrah di Polda Sulteng

Demi tegaknya keadilan atas kasus yang menimpa dirinya, Jein mencoba untuk menemui pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea.

‚Äč”Saya akan menemui Hotman Paris dan menceritakan kronologisnya karena saya merasa telah diperlakukan tidak adil,” urai Jein yang mengakui kalau dalam kasus ini ada dugaan perselingkuhan yang nantinya akan terkuak. Demi mendapatkan keadilan, saya yang terzolimi akan menceritakan semua yang saya ketahui tentang rahasia besar itu. Baik kepada suami dari pihak pelapor maupun kepada Hotman Paris, dengan harapan hukum dapat ditegakkan seadil-adilnya, ” pungkas Jein berharap kasus ini bisa menjadi perhatian Bapak Kapolda Sulteng, sebab ini terkait kezoliman yang menimpa mantan ibu bhayangkari yang harus berjuang menghidupi dua orang anaknya yang masih kecil. *
REDAKTUR : NILA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here